SOPPENG, Centerincestigasi.id– 3 April 2026 – Infrastruktur irigasi vital bagi ratusan hektar lahan pertanian di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, kini berada dalam kondisi kritis. Bendungan Talumae yang terletak di wilayah RW 4 dan RW 5, Desa Deda (sekitar aliran Sungai Ganra), dilaporkan mengalami kerusakan struktural parah yang berpotensi menyebabkan keruntuhan total. Jika tidak segera ditangani, bencana ini akan memicu gagal panen massal dan mengancam keselamatan warga sekitar.
Laporan lapangan dan dokumentasi visual yang diterima oleh Media Centerincestigasi.id pada hari ini menunjukkan fakta mengkhawatirkan di lokasi kejadian. Berdasarkan pantauan tim investigasi di lapangan, struktur bendungan telah mengalami erosi fondasi yang serius, retakan besar pada dinding penahan, serta longsoran tanah di bagian dasar yang membuat sebagian struktur beton tampak “menggantung” tanpa penyangga yang memadai.
Temuan Fakta di Lapangan:
Kerusakan Struktural Parah: Terdapat lubang erosi dalam di bawah fondasi bendungan akibat gerusan air dan longsor tanah. Dinding beton retak dan patah di beberapa titik, menandakan ketidakseimbangan tekanan struktural.
Penyumbatan Aliran Sungai: Aliran sungai di bawah bendungan dipenuhi sampah plastik, botol, kaleng, dan limbah domestik lainnya. Tumpukan sampah ini menghambat debit air, yang berpotensi meningkatkan tekanan air terhadap dinding bendungan saat curah hujan meningkat.
Indikasi Kelalaian Jangka Panjang: Tumbuhnya vegetasi liar seperti pakis dan lumut di area longsoran mengindikasikan bahwa kerusakan ini telah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan signifikan dari pihak berwenang.
Dampak Mendesak:
Kondisi ini menempatkan ratusan hektar sawah di wilayah RW 4 dan RW 5 dalam bahaya gagal panen. Bendungan Talumae merupakan sumber irigasi utama bagi petani setempat. Keruntuhan bendungan akan memutus pasokan air secara total, yang berpotensi melumpuhkan sektor pertanian lokal dan mengancam ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, risiko banjir bandang lokal dan longsoran susulan mengintai permukiman warga di hilir.
Tanggapan Pihak Terkait:
Hingga siaran pers ini diterbitkan pada Jumat, 3 April 2026, Media Centerincestigasi.id belum menerima tanggapan resmi maupun konfirmasi tindakan darurat dari Pemerintah Kabupaten Soppeng, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), maupun Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II terkait kondisi kritis ini. Upaya verifikasi dan permintaan keterangan kepada pihak terkait masih terus dilakukan.
Seruan untuk Tindakan Segera:
Menyikapi kondisi darurat ini, Media Centerincestigasi.id mendesak agar:
Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas PUPR dan BPBD segera menurunkan tim teknis untuk melakukan asesmen darurat dan penilaian keamanan struktur.
Dilakukan pembersihan sampah di aliran sungai segera untuk mengurangi tekanan hidrostatis pada bendungan.
Dipasang rambu peringatan dan pembatasan akses sementara di area berbahaya demi keselamatan warga.
Segera disusun rencana perbaikan atau rehabilitasi bendungan sebelum memasuki musim hujan berikutnya.
Infrastruktur irigasi adalah urat nadi kehidupan petani. Keterlambatan penanganan bukan hanya soal kerugian materi, melainkan ancaman nyata bagi nasib ratusan keluarga petani di Soppeng.
Tentang Centerincestigasi.id:
Centerincestigasi.id adalah media yang berkomitmen pada jurnalisme investigasi yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kebenaran untuk kepentingan publik.
Kontak Media:
Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, atau permintaan aset foto/video resolusi tinggi, silakan hubungi:
Redaksi Centerincestigasi.id
Alamat Email. centerinvestigasi@gmail.com
Nomor Telepon/WhatsApp : 0823-3293-0636/ 0823-1391-1818
Pewarta : Nurjayadi.
Editor : Redaksi



















