Watansoppeng, Centerinvestigasi.id -DALAM upaya meningkatkan pengembangan diri dan kualitas pelayanan di Sekolah Dasar, kepala sekolah melakukan observasi dan supervisi terhadap kinerja guru, baik berupa supervisi administrasi kelas maupun proses pembelajaran.
Pelaksanaan observasi dan supervisi ini menjadi kunci dalam memastikan bahwa proses pengelolaan sekolah berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pada hari Selasa, (10/09), SD Negeri 182 Tenga-Tengae Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng. menyelenggarakan kegiatan supervisi administrasi yang melibatkan kepala sekolah .

Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 pagi, yang sebelumnya telah dijelaskan oleh kepala sekolah tentang tujuan dan pentingnya dilakukan kegiatan observasi dan supervisi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan sekolah.
Selama proses observasi dan supervisi, kepala sekolah Hj. Samsiah, S,Pd., M,Pd menjelaskan ada beberapa aspek administrasi yang menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, termasuk diantaranya penyusunan rencana pembelajaran, pengisian buku absensi, pengelolaan data siswa, dan pengelolaan nilai siswa dalam bentuk rapor.
Hj. Samsiah memeriksa kelengkapan dokumen, keakuratan data yang tercatat, dan kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.
Selain melakukan pemeriksaan langsung terhadap dokumen dan data administrasi, Hj. Samsiah juga melakukan wawancara dengan para guru untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang proses dan kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas administratif mereka.
Hal ini memberikan kesempatan bagi para guru khususnya Kelas VI (enam) yaitu Ibu Darmawati, S.Pd. untuk menyampaikan pendapat dan masukan mereka, sehingga dapat ditemukan solusi yang sesuai untuk meningkatkan efisiensi administrasi.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan dan mengadakan sesi refleksi untuk mendiskusikan temuan dan rekomendasi perbaikan, Hj. Samsiah beserta Darmawati menyusun langkah-langkah konkret yang perlu diambil untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan administrasi di sekolah. Langkah-langkah tersebut mencakup penyediaan pelatihan dan bimbingan bagi para guru dalam mengelola administrasi dengan lebih baik, penyusunan pedoman dan prosedur yang jelas, serta penggunaan teknologi informasi untuk mempermudah proses administrasi.
Supervisi administrasi yang dilakukan oleh kepala sekolah hanya sekadar pengawasan, tetapi juga merupakan bentuk dukungan dan pembinaan bagi para guru dalam mengelola tugas administratif mereka dengan lebih efektif.
Dengan adanya observasi dan supervisi yang terencana dan terarah, diharapkan pengelolaan administrasi di SD Negeri Tenga-Tengae dapat menjadi lebih efisien dan berkualitas, sehingga memungkinkan fokus yang lebih besar pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pengajaran. Tutup Hj. Samsiah.



















