Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
EKONOMI & BISNISKRIMINAL - KORUPSI

Proyek Sumur Bor di Bila Tungke’e Diduga Terbengkalai, Warga Desak Inspektorat Soppeng Lakukan Audit

444
×

Proyek Sumur Bor di Bila Tungke’e Diduga Terbengkalai, Warga Desak Inspektorat Soppeng Lakukan Audit

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Watansoppeng, Centerinvestigasi.id – Proyek sumur bor di Lingkungan Bila Tungke’e, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp60 juta dari dana kelurahan tahun 2024 tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan.

Hasil pantauan tim media di lokasi pada Sabtu (22/2), sumur bor tersebut tampak ditutupi karung bekas serta tanah dan batu, sementara masyarakat sekitar belum mendapatkan akses air bersih yang dijanjikan.

Example 300×600

Salah satu warga setempat mengungkapkan bahwa sumur tersebut belum berfungsi karena tidak menghasilkan air. “Iye, belum bisa dimanfaatkan, Pak, karena tidak ada airnya. Bahkan, pekerja sempat menghentikan aktivitas pengeboran,” ujarnya. Warga tersebut menambahkan bahwa pengeboran sudah mencapai kedalaman 60 meter dan mesin pompa sudah ada, tetapi tetap belum berfungsi.

Sementara itu, Andi Kadri selaku pelaksana kegiatan menyatakan bahwa proyek ini belum selesai sepenuhnya karena masih menunggu mesin tambahan dan akan dilakukan pengeboran lebih dalam. “Kami hanya menunggu mesin baru bisa dimanfaatkan. Untuk sementara, pekerja menghentikan pengeboran. Terkait anggaran, saya hanya menyesuaikan dengan dana yang dialokasikan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa dana Rp60 juta tersebut sudah termasuk pajak sebesar 11% dan pajak BHP 12%, sehingga dana bersih yang digunakan lebih kecil. “Jadi untuk proyek ini saya kira aman, apalagi pihak Inspektorat sudah turun memeriksa,” tambahnya.

Namun, pernyataan ini justru dibantah oleh pihak Inspektorat Kabupaten Soppeng. Saat dikonfirmasi, Andi Aman dari Inspektorat menyatakan tidak mengetahui adanya pemeriksaan terkait proyek tersebut. “Saya tidak ada info soal kegiatan itu. Coba tanyakan ke yang memberi informasi atau pelaksananya, siapa yang memeriksa dan kapan diperiksa,” tegasnya.

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang menilai proyek ini tidak transparan dan belum memberikan manfaat sebagaimana mestinya. Warga mendesak pihak berwenang, khususnya Inspektorat Soppeng, untuk turun langsung melakukan investigasi dan audit secara menyeluruh terhadap penggunaan anggaran proyek tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan kapan proyek ini akan difungsikan atau apakah akan ada tindak lanjut dari pihak terkait.

(Tim Centerinvestigasi.id)

Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *