Watansoppeng, Centerinvestigasi.id – Respons cepat jajaran Polres Soppeng melalui layanan darurat Call Center 110 membuahkan hasil manis. Lima anak yang sempat tersesat saat mendaki di jalur Sumpang Lawenge, Taletting, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada Minggu (16/8/2026) malam.

Peristiwa berawal saat rombongan anak berusia 10 hingga 13 tahun tersebut mulai mendaki sekitar pukul 15.00 WITA. Namun, saat menuju puncak, mereka kehilangan arah hingga tersesat di sekitar area Pos 3.
Sadar akan bahaya yang mengancam, salah satu anak bernama Muh. Rifki mengambil tindakan sigap dengan menghubungi Layanan 110 Polres Soppeng pada pukul 17.40 WITA untuk meminta bantuan penjemputan.
Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, Pamapta 3 SPKT Polres Soppeng Aipda Sumaryadi bersama personel piket fungsi langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng dan warga setempat untuk menggelar operasi pencarian.
Tim gabungan kemudian membagi rute penyisiran:
Jalur Sewo (Kel. Bila): Disisir oleh Tim BPBD Soppeng bersama masyarakat.
Jalur Sumpang Lawenge (Taletting): Disisir oleh personel Polres Soppeng bersama warga sekitar.
Kerja keras tim gabungan membuahkan hasil sekitar pukul 21.30 WITA. Kelima anak tersebut ditemukan di Pos 3 jalur pendakian dalam kondisi sehat dan selamat. Mereka kemudian dievakuasi ke Mako Polres Soppeng untuk pendataan serta pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengapresiasi kesigapan personel serta sinergi yang terbangun bersama BPBD dan masyarakat setempat.
“Begitu laporan diterima melalui layanan 110, personel langsung bergerak melakukan koordinasi dan penyisiran. Alhamdulillah, kelima anak dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Ini bentuk komitmen kami untuk selalu hadir saat masyarakat membutuhkan pertolongan,” tegas AKBP Hari Budiyanto.
Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya di kawasan rawan seperti jalur pendakian.
“Kami mengimbau masyarakat dan orang tua agar mengutamakan keselamatan. Pastikan anak-anak tidak melakukan pendakian tanpa pendampingan dari orang dewasa yang memahami jalur. Kepada pengelola kawasan wisata pendakian, kami juga minta untuk memperketat registrasi dan edukasi keselamatan bagi setiap pengunjung,” pungkasnya.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti efektifnya fungsi layanan darurat 110 Polres Soppeng sebagai sarana aduan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dalam situasi darurat.




















