Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITABREAKING NEWSORGANISASI

MARAKNYA ORMAS DI SULSEL, TINGKATKAN SINERGITAS PARTISIPATIF DAERAH DAN KEUTUHAN NKRI*

40
×

MARAKNYA ORMAS DI SULSEL, TINGKATKAN SINERGITAS PARTISIPATIF DAERAH DAN KEUTUHAN NKRI*

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Makassar,Centerinvestigasi.id- Kamis, 15 Oktober 2029 Maraknya pertumbuhan Organisasi Masyarakat (Ormas) baik berbentuk perkumpulan sosial maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sulawesi Selatan diharapkan menjadi pertanda baik bagi upaya penguatan sinergitas, partisipasi warga bagi pembangunan daerah serta meneguhkan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian disampaikan Samsul Hadi, SH, CLA, CMT, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Barisan Patriot Peduli Indonesia (BPPI) Provinsi Sulawesi Selatan kepada pers, Kamis (15/10).

Example 300×600

Menurut Samsul, fenomena menjamurnya Ormas di Sulsel, khususnya di Kota Makassar sebagai episentrum pertumbuhan organisasi, tidak bisa dipandang negatif. Justru sebaliknya, ini menunjukkan tingginya kesadaran warga untuk berserikat dan berkumpul sebagaimana dijamin Pasal 28 UUD 1945.

“Ini energi sosial yang luar biasa. Di tengah tantangan ekonomi dan disrupsi digital, warga masih mau berkumpul, berorganisasi, menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam wadah lembaga. Itu modal sosial utama,” ujar Samsul Hadi yang juga mantan Komisioner KPID Sulsel dan Praktisi Pemred MKTV ini.

*Dari Pedagang Bakso Hingga Jawa Manunggal*

Berdasarkan pendataan sementara, beberapa Ormas dan perkumpulan paguyuban yang lahir dan aktif di Makassar Sulawesi Selatan dalam dua tahun terakhir antara lain:

1. *KPBN (Keluarga Pedagang Bakso Nasional)* – Wadah pemberdayaan pedagang bakso perantau yang fokus pada pendampingan UMKM, sertifikasi halal, dan akses permodalan.
2. *KKJ (Kerukunan Keluarga Jawa)* dan *KPJ (Keluarga Perantau Jawa)* – Paguyuban kekerabatan yang menjadi jembatan silaturahmi perantau Jawa dengan masyarakat lokal.
3. *Jawa Manunggal* – Gerakan kebudayaan yang menguatkan harmoni Nusantara.
4. *SBS (Sulawesi Bersatu Sippakatau’ki)* – Perkumpulan lokal yang mengusung nilai budaya Bugis-Makassar Sippakatau (saling memanusiakan).
5. Serta sejumlah LSM lokal lainnya yang bergerak di bidang advokasi, lingkungan, dan anti korupsi.

Samsul menilai, kehadiran paguyuban perantau seperti KPBN, KKJ, dan KPJ justru menjadi bukti ke-Bhinneka Tunggal Ika-an di Sulsel berjalan hidup. Mereka merantau, berdagang, namun tetap menjaga adab dan bersinergi dengan tuan rumah.

“Contohnya pedagang bakso. Mereka datang merantau dari Jawa, Solo, Wonogiri, mencari rezeki halal di Makassar, Maros, Tompobulu. Lalu mereka buat organisasi untuk tertib, untuk sosial, untuk berbagi. Itu yang harus difasilitasi pemerintah daerah, bukan dicurigai,” tegasnya.

*Tiga Fungsi Strategis Ormas*

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPW LSM BPPI, Samsul Hadi menjabarkan tiga fungsi strategis maraknya Ormas di Sulsel saat ini:

*Pertama, Fungsi Partisipasi.* Ormas menjadi saluran aspirasi warga yang tidak tertampung di partai politik. Warga bisa menyalurkan ide, tenaga, dan kritik secara terlembaga dan konstitusional.

*Kedua, Fungsi Kontrol Sosial (Social Control).* Ormas dan LSM menjadi mitra kritis pemerintah. Bukan oposisi yang menghantam membabi buta, tapi mitra yang mengingatkan jika pembangunan melenceng. “Sinergitas itu bukan berarti harus setuju terus. Sinergitas itu ada check and balance,” jelasnya.

*Ketiga, Fungsi Pemberdayaan dan Ketahanan (Survival Derivatif).* Di tengah kompetisi ekonomi yang ketat, Ormas menjadi bantalan ketahanan mental dan finansial anggotanya. Ada koperasi, ada arisan, ada pelatihan, ada bantuan hukum. Ini penting untuk mencegah warga jatuh ke pinjol ilegal atau radikalisme.

“Jangan sampai survival warga rapuh. Ormas hadir untuk memperkuat mentalitas derivatif – kemampuan bertahan, beradaptasi, dan naik kelas,” tambah Samsul.

*Harapan: Kesbangpol Aktif, Jangan Hanya Mencatat*

Untuk itu, Samsul berharap Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel dan Kesbangpol Kabupaten/Kota lebih proaktif. Jangan hanya hadir saat pendaftaran dan pelaporan, tapi aktif melakukan pembinaan, verifikasi, dan memfasilitasi sinergi program.

Ia juga mengingatkan agar Ormas tetap menjaga marwah: AD/ART jelas, kepengurusan tidak fiktif, tidak menjadi alat politik sesaat, dan berkomitmen pada empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Mari kita jaga Sulsel tetap menjadi provinsi paling toleran. Ormas Jawa, Ormas Bugis-Makassar, semua bersatu dalam Sulsel Bersatu Sippakatau’ki. Perbedaan latar belakang bukan untuk pecah, tapi untuk saling menguatkan keutuhan NKRI. Itu esensi patriot peduli Indonesia,” pungkasnya.

Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *