Watansoppeng, Centerinvestigasi.id – Sejarah adalah aset yang tak akan pernah terlupakan, meskipun dikelilingi oleh kilauan lampu Kota dan semaraknya hiburan malam.
Salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Soppeng, yang mungkin terabaikan akibat kelalaian Pemerintah Daerah, kini hampir terlupakan karena disibukkan dengan urusan yang tiada habisnya.
Contoh nyata dari bangunan bersejarah ( CAGAR BUDAYA ) di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan ( SUL-SEL ) memerlukan perhatian serius dari pemerintah untuk dihargai.

Selain Villa Yuliana, aset pemerintah di bidang pariwisata yang juga perlu perhatian adalah Tangga Seratus ( 100 ). Menurut cerita dari generasi sebelumnya, tangga ini terdiri dari seratus anak tangga yang digunakan oleh Putri Yuliana dan tentara Belanda untuk mandi di aliran Sungai Lapajung. Sayangnya, kondisinya kini sangat memprihatinkan; tembok kokoh yang dulu ada kini tertutup sampah dan rumput liar, hampir tidak terlihat lagi sebagai bangunan bersejarah. Tangga ini dulunya sering digunakan masyarakat untuk berfoto bersama keluarga dan sebagai jalur alternatif menuju kota.

Saat ini, tangga tersebut tidak dapat dilalui lagi karena kondisinya yang menyeramkan; anak tangganya tidak teratur dan banyak bagian tembok yang rusak.
Pada Sabtu, 12/10, wartawan Centerinvestigasi.id menemui seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ia sangat mendukung jika Tangga Seratus dibersihkan dan diberikan penerangan.
Menurutnya, “Jika kita dapat memberikan informasi kepada pengunjung, baik dari luar (TURIS) maupun domestik, ini akan memberikan pemasukan besar bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Soppeng.” Ungkapnya.
Harapan masyarakat adalah agar pemerintah Kabupaten Soppeng, melalui Dinas terkait, segera mencari solusi terbaik untuk membangun kembali tembok dan anak tangga yang tidak terurus, demi menghargai aset sejarah (cagar budaya) yang masih bisa disaksikan, meskipun dalam kondisi yang memprihatinkan.
Berita ini terbit belum mendapat konfirmasi dari dinas terkait.



















