Bontang, Centerinvestigasi.id – Sekitar 35 anggota Ikatan Pekerja Pipe Fitter & Mechanical Bontang (IPPMB) mendatangi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (30/12). Kedatangan mereka bertujuan untuk memprotes mekanisme penerimaan tenaga kerja yang dilakukan oleh PT. Hastakarya Tunggal Mandiri, yang dianggap melanggar aturan terkait porsi tenaga kerja lokal.

IPPMB menyoroti kebijakan PT. Hastakarya Tunggal Mandiri, yang berada di bawah subkontraktor PT. IKPT, karena merekrut sekitar 20 tenaga kerja dari luar Kota Bontang. Kebijakan ini dinilai bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur bahwa 75 persen tenaga kerja harus berasal dari lokal, sedangkan 25 persen sisanya diperbolehkan dari luar daerah, khusus untuk keahlian yang tidak tersedia di Bontang.
Pertemuan yang dimediasi oleh Kepala Disnaker Kota Bontang, Drs. H. Abdu Safa Muha, dan Kabid Ketenagakerjaan, Lukman Ali, berlangsung di Kantor Disnaker Kota Bontang. Dari pihak perusahaan, hadir HRD PT. Hastakarya Tunggal Mandiri, Lita, serta Agus, selaku koordinator lapangan.

Dalam mediasi tersebut, IPPMB menegaskan bahwa jenis pekerjaan yang dibutuhkan sebenarnya bisa dipenuhi oleh tenaga kerja lokal. Selain itu, mereka juga memprotes kebijakan pengupahan yang dianggap berada di bawah standar yang berlaku.
Dedy Maserani, salah satu pengurus inti IPPMB, menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil mediasi. “Kami akan terus memperjuangkan hak tenaga kerja lokal sesuai dengan regulasi yang ada,” ujarnya usai pertemuan di Sekretariat IPPMB.

Dedy juga mengungkapkan bahwa pihak PT. Hastakarya Tunggal Mandiri telah mengakui adanya kekeliruan dalam mekanisme rekrutmen. Namun, persoalan pengupahan masih belum menemukan titik temu karena perusahaan enggan menyepakati solusi yang diajukan oleh IPPMB.
Mediasi yang berlangsung intens akhirnya berakhir tanpa kesepakatan atau deadlock. IPPMB berharap pemerintah dan pihak perusahaan dapat segera menyelesaikan permasalahan ini demi keadilan bagi tenaga kerja lokal di Bontang. (*)

















