Samarinda, Centerinvestigasi.id – Perjalanan menggunakan Kapal Motor (KM) Aditya rute Parepare–Samarinda yang berangkat pada 7 Juni 2026 menyisakan beragam cerita bagi para penumpang. Di balik panjangnya perjalanan laut yang menghubungkan Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur tersebut, tersimpan pengalaman suka dan duka yang dirasakan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Bagi sebagian penumpang, perjalanan dengan KM Aditya menjadi momen yang menyenangkan. Selain biaya yang relatif terjangkau dibandingkan transportasi udara, kapal laut juga memberikan kesempatan bagi penumpang untuk menikmati suasana pelayaran di tengah Selat Makassar. Banyak penumpang memanfaatkan perjalanan ini untuk beristirahat, bercengkerama dengan keluarga, hingga menjalin pertemanan baru selama berada di atas kapal.
“Walaupun perjalanan cukup lama, suasananya terasa lebih santai. Kami bisa bertemu banyak orang dari berbagai daerah dan menikmati pemandangan laut yang jarang didapatkan saat menggunakan pesawat,” ujar salah seorang penumpang.
Namun di sisi lain, sejumlah penumpang juga mengeluhkan beberapa kendala selama perjalanan. Kepadatan penumpang di beberapa area kapal, antrean fasilitas umum seperti kamar mandi, serta keterbatasan ruang istirahat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi lansia, ibu yang membawa anak kecil, dan penumpang yang melakukan perjalanan jauh.
Gelombang laut yang terkadang cukup kuat juga membuat sebagian penumpang mengalami mabuk laut. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa penumpang harus beristirahat lebih lama di tempat tidur maupun di area terbuka kapal untuk mendapatkan udara segar.
Meski demikian, para penumpang mengapresiasi upaya awak kapal yang terus berusaha menjaga keselamatan dan kenyamanan selama pelayaran. Pengumuman rutin terkait keselamatan, pelayanan kru kapal, serta pengawasan selama perjalanan dinilai cukup membantu menciptakan rasa aman bagi penumpang. Keselamatan pelayaran sendiri menjadi perhatian utama otoritas pelabuhan dan operator kapal dalam setiap perjalanan laut.
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam melintasi perairan Sulawesi dan Kalimantan, kapal akhirnya tiba di Pelabuhan Samarinda dengan selamat. Rasa lelah yang dirasakan selama perjalanan pun terbayar ketika para penumpang dapat kembali bertemu keluarga, melanjutkan pekerjaan, maupun menjalankan berbagai aktivitas di Kalimantan Timur.
Perjalanan KM Aditya pada 7 Juni 2026 menjadi gambaran bahwa transportasi laut masih menjadi pilihan penting bagi masyarakat. Di balik berbagai keterbatasan yang ada, kapal laut tetap menjadi sarana penghubung yang membawa harapan, kerinduan, serta cerita kehidupan dari satu pulau ke pulau lainnya.
Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan gambaran umum pengalaman suka dan duka yang lazim dirasakan penumpang kapal laut rute Parepare–Samarinda. Pengalaman setiap penumpang dapat berbeda-beda tergantung kondisi perjalanan, cuaca, kepadatan penumpang, serta situasi selama pelayaran.



















