Kolaka – CenterInvestigasi.id | 01 November 2025 — Selama lebih dari satu dekade, sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, terus berupaya menjalankan kegiatan pertambangan sekaligus program tanggung jawab sosial (CSR) dan pengembangan masyarakat (PPM). Program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Blok Lapao-Pao.
Namun demikian, sebagian warga menilai bahwa manfaat dari berbagai program sosial tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata. Di sisi lain, muncul dugaan adanya tumpang tindih antara dana CSR/PPM perusahaan dengan program pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah, sehingga implementasi di lapangan belum maksimal.
Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Wolo berharap agar ke depan, penyaluran dan pelaksanaan program CSR dan PPM dapat dilakukan secara terpadu, transparan, dan sinergis dengan program pemerintah, agar dampaknya lebih terukur dan menyentuh kebutuhan riil warga.
“Kami berharap semua pihak bisa duduk bersama — baik perusahaan, pemerintah, maupun masyarakat — agar pelaksanaan CSR dan PPM lebih jelas arah dan manfaatnya,” ujar salah satu tokoh Pemuda di Kelurahan Wolo.
Kecamatan Wolo, yang masuk dalam kawasan operasi beberapa perusahaan tambang di Blok Lapao-Pao, merupakan salah satu wilayah strategis penghasil nikel di Kabupaten Kolaka. Meski begitu,
tantangan pembangunan dasar seperti infrastruktur, dan lapangan kerja masih menjadi perhatian bersama.
Menurut pengamatan beberapa pemerhati sosial, sinergi antara dana CSR/PPM dan program pemerintah sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan maupun alokasi anggaran. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan dapat saling melengkapi dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
“Bukan soal ada atau tidaknya bantuan, tetapi bagaimana koordinasi dan transparansinya diperkuat,” tambahnya MALLAPIAN Selaku tokoh pemuda Kecamatan Wolo.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan program pembangunan berbasis masyarakat. Dengan kerja sama yang lebih erat, berbagai kegiatan CSR dan PPM diharapkan dapat benar-benar menjadi sarana pemberdayaan yang berkelanjutan.
Reporter: Andi Taweng
Editor : Min



















