Oleh : Rusmin
Penulis : Wartawan Centerinvestigasi.id- Tim Center Investigasi dan Reporting (CIR)
Watansoppeng, Centerinvestigasi.id - Siapa yang tidak kenal lamtoro, di Jawa Timur, tanaman yang disebut juga petai China ini, merupakan sejenis perdu dari suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan). Tanaman bernama latin Leucaena leucocephala ini sering digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Tenyata bukan cuma itu, daun lamtoro juga bisa digunakan sebagai obat alami.
Daun lamtoro menutup pada malam hari, disebabkan karena rangsangan cahaya. Selain cahaya, rangsangan dari lingkungan yang dapat memengaruhi makhluk hidup di antaranya adalah panas, dingin, bau dari gas, sentuhan, gravitasi, rasa, dan lain-lain.
Bentuk daun lamtoro merupakan daun majemuk terurai dalam tangkai, menyirip Page 4 8 genap ganda dua sempurna dan anak daun kecil-kecil terdiri dari 5-20 pasang. Daun berbentuk lanset memiliki ujung runcing tepi yang rata dengan panjang 6-21 mm dan lebar 2-5 mm.
Manfaat lamtoro bagi kesehatan, untuk kandungan Flavonoid bisa menghalau virus dan bakteri yang berkembang di dalam tubuh. Sedangkan kandungan alkaloid dalam lamtoro bisa membantu mentralisir racun.
Daun Lamtoro (Laucaena glauca) Memiliki Kandungan Flavonoid, Alkaloid, Tanin dan Saponin yang dapat memberikan efek penyembuhan terhadap luka. Kandungan yang terdapat dalam daun lamtoro mampu memberikan regenerasi sel kulit yang mengalami kerusakan jaringan sel akibat luka bakar, dan dapat menurunkan kadar gula dalam darah.
Selain diolah menjadi makanan, lamtoro juga digunakan dalam pengobatan herbal. Dari semua bagian tanaman, daun dan buahnya yang umum digunakan dalam pengobatan alami.
Berapa persen protein daun lamtoro. Hijuan alternatif yang banyak digunakan sebagai pakan ternak antara lain daun lamtoro (Leucaena leucocephala). Daun lamtoro memiliki kadar protein kasar sekitar . Daun lamtoro perlu diperhatikan penggunaannya pada ternak karena mengandung zat antinutrisi berupa mimosin
Kandungan protein daun lantoro
Komposisi kimia daun lamtoro, yaitu berat kering 97,8923%; protein kasar 23,8326%, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 31,0509%, serat kasar 23,5877%, lemak 11,6858% dan abu 7,7353% (Unit Layanan Pemeriksaan Laboratoris Konsultasi dan Pelatihan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.
Lamtoro mengandung vitamin apa?
Lamtoro (Leucaena leucocephala) mengandung senyawa berupa alkaloid, saponin, flavonoid, triterpenoid, leukanin, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A dan B. kandungan unsur hara pada daun lamtoro terdiri atas 3.84% N; 0.2% P; 2.06% K; 1.31% Ca; 0.33% Mg.
Daun lamtoro dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat luka baru dan bengkak. Penggunaan daun lamtoro di masyarakat biasanya dilakukan dengan cara dikunyah atau ditumbuk halus kemudian ditempelkan di bagian tubuh yang luka atau bengkak. Ekstrak daunnya diketahui mengandung flavonoid, saponin, dan tanin.
Sehingga dengan mengonsumsi lamtoro, maka kebutuhan zat besi dalam tubuh akan semakin maksimal dan terhindar dari anemia. Kandungan serat dalam lamtoro dapat mengatasi dan mencegah sembelit. Karena serat akan membantu feses untuk mudah keluar.



















