Oleh : Riko Setiawan
Penulis: Wartawan Centerinvestigasi.id –
Merdeka dalam konteks kenegaraan terbangun dan di gerakkan oleh kekuatan kolektif era pra kemerdekaan. Perjuangan meraih kemerdekaan berproses dalam lipatan waktu dan sejarah oleh para pendahulu. Persatuan berbagai macam individu dan kelompok terpatri dalam sumpah hidup atau mati.
Bagaimana mendefinisikan makna merdeka atau kemerdekaan yang hakikat dan sejati ? Tentu akan muncul berbagai macam dialektika, pendapat, sudut pandang melihatnya.
Ada yang berpendapat merdeka itu menentukan nasib bangsa dan negara sendiri tanpa campur tangan kekuatan imperialisme kolonial. Di sisi lain ada yang mengatakan merdeka dalam pandangan individu ketika terbebas dari keinginan-keinginan dunia.

Kita menyadari telah berutang kepada para pendiri, penggerak dan pendukung sejarah bangsa Indonesia. Mereka telah menitipkan amanah yang sangat besar dan sulit untuk mempertahankan dan melanjutkan cita-cita besar ini. Sejak peristiwa sebelum proklamasi, perayaan kemerdekaan, rentetan pergantian kepemimpinan politik telah melahirkan banyak dinamika.
Tanpa memahami saripati merdeka dalam diri setiap manusia, akan sulit memahami makna kemerdekaan secara kolektif maupun dalam bingkai kebangsaan.
Mengapa harus dengan cinta ? Karena hanya dengan kekuatan ledakan cinta, kesadaran dan pengorbanan akan tercipta.
Dengan cinta kita dapat memahami dan menyelami makna kemerdekaan sejati setiap individu maupun konteks sosial kenegaraan
Pemimpin dan rakyat menyadari tanggung jawab dan peraan masing-masing.Cinta dapat menerobos dan merobohkan benteng dinding gelap demokrasi, memberi harapan atas masa depan. Akhirnya cita dan cinta bersama yang di rindukan akan bertemu dalam muara harapan cita-cita kemerdekaan sejati.

















