Watansoppeng, Centerinvestigasi.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Soppeng selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Ganra yang dikenal sebagai daerah rawan banjir.
Banjir tersebut tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menutup akses jalan akibat tingginya volume air. Akibatnya, masyarakat di beberapa lokasi, termasuk para santri Pondok Pesantren Pergis Ganra, terisolasi di dalam pondok akibat banjir pada Sabtu, (21/12).

Melihat kondisi tersebut, personel Polsek Ganra yang dipimpin oleh Kapolsek Ganra, Ipda Harmoko, bersama Satuan Samapta Polres Soppeng dan pemerintah setempat, bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap para santri. Mereka dipindahkan ke rumah orang tua atau keluarga menggunakan truk milik Sat Samapta Polres Soppeng.

“Kami bersama personel Sat Samapta Polres Soppeng serta pemerintah setempat membantu mengevakuasi para santri yang terisolasi akibat banjir. Evakuasi dilakukan menggunakan mobil truk untuk memastikan keselamatan para santri,” ujar Ipda Harmoko.

Ia menambahkan bahwa tindakan ini merupakan bentuk kepedulian Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama di saat bencana melanda.
“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir,” tambahnya.

Aksi cepat tanggap yang dilakukan Polsek Ganra, Polres Soppeng, dan pemerintah setempat ini mendapatkan apresiasi dan dukungan dari masyarakat. Mereka merasa terbantu dengan kehadiran aparat kepolisian di tengah situasi sulit tersebut.



















