Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
BAHASA SASTRA

Anak Durhaka Terhadap Orang Tua

410
×

Anak Durhaka Terhadap Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dongeng: Si Anak Durhaka

Oleh : Rusmin

Example 300×600

Penulis : Pimpinan Redaksi PIMRED media Centerinvestigasi.id

Di sebuah desa yang jauh, hiduplah seorang anak bernama Rina. Rina tinggal bersama ibunya yang sangat baik hati. Ayahnya sudah lama meninggal, dan ibunya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Rina adalah anak yang pintar, tapi ia memiliki sifat yang buruk. Ia sering tidak mendengarkan nasihat ibunya dan selalu marah ketika diminta membantu pekerjaan rumah.

Suatu hari, ibunya meminta Rina untuk pergi ke pasar membeli sayur. “Rina, tolong belikan sayur untuk makan malam kita,” kata ibu dengan lembut. Tapi Rina, yang sedang asyik bermain dengan teman-temannya, menjawab, “Kenapa ibu selalu menyuruh-nyuruh aku? Aku capek, ibu bisa pergi sendiri!” Ibu hanya terdiam dan mengangguk pelan, meskipun hatinya sangat kecewa.

Rina pun pergi meninggalkan ibunya tanpa berkata apa-apa. Dalam perjalanan pulang dari pasar, Rina merasa kesal dan marah. “Kenapa ibu selalu memberiku tugas? Dia pikir aku ini pembantu?” gumamnya dalam hati.

Tiba-tiba, saat ia berjalan melintasi hutan, Rina bertemu dengan seorang pria tua yang tampak lemah. “Anakku, bolehkah aku meminta tolong untuk mengantarkan aku ke desa?” tanya pria tua itu. Rina yang sedang tidak ingin repot, dengan kasar menjawab, “Tidak, aku sedang sibuk!” Lalu, Rina pergi begitu saja meninggalkan pria itu yang hanya bisa menggelengkan kepala.

Hari demi hari, Rina semakin keras kepala dan semakin menjauh dari ibunya. Hingga suatu waktu, desa mereka dilanda bencana besar. Hujan lebat turun tanpa henti, sungai meluap dan banyak rumah yang rusak. Rina dan ibunya terjebak di dalam rumah mereka yang hampir roboh. Ibu yang lemah mencoba menenangkan Rina, “Anakku, kita harus sabar, semuanya akan baik-baik saja.” Tapi Rina hanya menangis dan meratap. Ia merasa tak ada yang bisa menyelamatkan mereka.

Tiba-tiba, pria tua yang pernah dijumpai Rina di hutan muncul di hadapan mereka. “Aku adalah penjaga desa ini,” kata pria itu dengan suara tenang. “Karena kalian tidak membantu sesama, bencana ini datang. Namun, aku akan memberi kesempatan terakhir padamu, Rina. Jika kamu menyesal dan meminta maaf pada ibumu, aku akan menyelamatkan desa kalian.”

Rina akhirnya menyadari betapa durhakanya ia pada ibunya selama ini. Dengan penuh penyesalan, ia berlutut di depan ibunya dan berkata, “Ibu, maafkan aku. Aku terlalu keras kepala dan tidak mendengarkanmu. Aku janji akan berubah.” Ibu dengan penuh kasih memeluk Rina dan berkata, “Anakku, aku selalu memaafkanmu. Semoga kamu belajar untuk lebih menghargai orang tua.”

Dengan hati yang tulus, pria tua itu mengangkat tangannya dan mengubah cuaca menjadi cerah. Bencana pun berakhir, dan desa mereka selamat. Rina belajar bahwa berbakti kepada orang tua adalah hal yang paling penting dalam hidup, dan ia tidak akan pernah mengulangi kesalahannya lagi.

Sejak hari itu, Rina menjadi anak yang lebih baik, selalu membantu ibunya dan mendengarkan nasihatnya. Dan mereka hidup bahagia selamanya.

Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BAHASA SASTRA

Samarinda, centerinvestigasi.id – DALAM senyuman ibu, terpancar kehangatan…