Wajo, Centerinvestigasi.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia – Wajo Bersatu (AMI-WB) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sengkang pada Senin, 17 Februari 2025. Mereka menuntut klarifikasi terkait dugaan kebocoran data wajib pajak yang diduga dimanfaatkan dalam modus penipuan online.

Mohammad Faisal, perwakilan AMI-WB, menyatakan bahwa maraknya penipuan yang mengatasnamakan pajak membuat masyarakat resah. “Data pengguna pajak bocor dan dijadikan alat kejahatan. Kami menuntut kantor pajak segera mengambil langkah tegas untuk mengamankan informasi wajib pajak,” ujarnya.
Ketua AMI-WB, Saiful, menambahkan bahwa kebocoran data ini berdampak serius. “Kami mendesak pihak pajak untuk segera membenahi sistem keamanan. Bisa jadi ada keterlibatan oknum dalam kasus ini,” tegasnya.
Aksi mahasiswa berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian. Kapolsek Tempe, AKBP Muh Chandra, memastikan situasi tetap kondusif. “Kami berusaha menjaga agar aksi berlangsung tertib,” ungkapnya.
Namun, pernyataan tersebut ditanggapi kritis oleh mahasiswa. “Setiap kali ada laporan, tidak ada evaluasi ataupun langkah nyata dari DJP. Seolah ada pembiaran,” ujar Faisal.
Aksi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap perlindungan data pribadi yang dikelola instansi pemerintah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kantor Pajak Sengkang terkait tuntutan mahasiswa.



















