Kolaka, Sulawesi Tenggara – 12 Juni 2025 | Centerinvestigasi.id – Ratusan warga dari Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran terhadap perusahaan tambang nikel, PT. Ceria Nugraha Indotama (PT. CNI). Aksi ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 14 hingga 19 Juni 2025, dan diperkirakan melibatkan sekitar 500 orang dari 12 desa dan 2 kelurahan di wilayah tersebut.

Gerakan ini diprakarsai oleh organisasi masyarakat lingkar tambang MATA WOLO, yang diketuai oleh Fasil Wahyudi, sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang diduga ditimbulkan oleh aktivitas PT. CNI, mulai dari kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, hingga dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan sumber daya alam.
> “Kami bukan anti tambang. Kami menolak ketamakan dan kezaliman atas tanah kami sendiri. Masyarakat sudah terlalu lama menjadi korban dari pembangunan yang tidak berpihak pada keadilan,” tegas Fasil Wahyudi.
Tuntutan utama aksi ini meliputi:
1. Penghentian seluruh aktivitas operasional PT. CNI yang dianggap mencemari lingkungan hidup dan merusak ekosistem lokal.
2. Audit independen terhadap izin tambang, program CSR, serta dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan.
3. Realisasi nyata terhadap kewajiban sosial perusahaan terhadap masyarakat terdampak.
4. Pelibatan masyarakat secara aktif dalam pengambilan keputusan menyangkut wilayah adat dan ruang hidup mereka.
Koordinator aksi menyatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara damai, terkoordinasi, dan terbuka untuk pemantauan oleh media serta pihak berwenang. Mereka menegaskan bahwa aksi lanjutan akan terus dilakukan jika tuntutan masyarakat tidak mendapat respons dari pihak perusahaan maupun pemerintah.
> “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah suara dari tanah yang tersakiti,” tegas Fasil.
Dengan mengusung semangat perlindungan terhadap masa depan generasi serta keberlanjutan lingkungan hidup, masyarakat Kecamatan Wolo menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk hak hidup yang adil dan berkelanjutan di masa depan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas dan serius terhadap PT. CNI serta memastikan hak-hak warga tidak terus terabaikan.
Pewarta: Tim Kolaka
Editor: Min
Media Center Investigasi (Centerinvestigasi.id)



















