Takalar, 18 Agustus 2025, Centerinvestigasi.id – Proyek pembangunan saluran irigasi melalui program P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) di Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, menuai sorotan dari petani setempat.

Bangunan irigasi yang selesai sekitar dua tahun lalu kini mengalami kerusakan parah bahkan roboh, sehingga tidak berfungsi maksimal. Kondisi ini memicu kekecewaan petani karena aliran air dari bendungan tidak sampai ke sawah.
“Bangunan irigasi ini baru dua tahun dibangun, tapi sudah roboh. Selain itu, air tidak pernah mengalir ke sawah kami,” ungkap seorang petani saat ditemui di area persawahan.
Kerusakan tersebut dinilai merugikan petani secara ekonomi dan menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan maupun pengawasan proyek. “Kalau tidak ada air, irigasi ini hanya menjadi pemborosan anggaran saja,” tambahnya.
Sejumlah warga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Takalar untuk turun tangan memeriksa pelaksanaan program P3A di Dusun Bontowa, Desa Sanrobone. Pemeriksaan tersebut diharapkan mencakup:
Kualitas: Apakah material dan metode sesuai spesifikasi.
Kuantitas: Apakah volume pekerjaan sesuai dengan rencana.
Progres: Apakah proyek dilaksanakan sesuai target.Petani berharap, evaluasi menyeluruh dapat menghasilkan solusi agar infrastruktur irigasi benar-benar bermanfaat dan aspirasi mereka terpenuhi.
Pewarta : Kardewa
Editor : Min



















