Soppeng, Centerinvestigasi.id 10 Desember 2025 — Upaya penguatan ekonomi berbasis kehutanan kembali menyentuh masyarakat pedesaan. Melalui program BPRO (Bibit Produktif), sebanyak 1007 bibit alpukat unggul resmi diserahkan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Bera, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.
Bantuan bibit ini merupakan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan produktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Kegiatan penyerahan berlangsung di area KTH Bera dan dipimpin langsung oleh Kepala UPTD KPH Walanae, Adil Wello, S.Hut, yang secara simbolis menyerahkan bibit tersebut kepada pengurus kelompok. Kehadiran beliau menjadi bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam memastikan program pemberdayaan berjalan tepat sasaran.
Di lapangan, pendampingan teknis dilakukan oleh Irsan Ardiansyah, S.Hut, yang selama ini aktif mendorong tata kelola kehutanan sosial yang berkelanjutan. Pendampingan tersebut mencakup aspek penanaman, perawatan, hingga strategi pengembangan komoditas buah berbasis hutan rakyat.
Kegiatan ini turut dipantau dan dimonitor langsung oleh Tim Monitoring Provinsi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang diketuai oleh Dr. Sriyanti, S.Hut., M.H. Tim memastikan bahwa seluruh tahapan penyaluran telah memenuhi standar teknis dan administrasi, serta memberikan arahan strategis agar bibit produktif ini benar-benar memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Menurut pihak KPH Walanae, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui komoditas produktif yang memiliki nilai pasar tinggi. Alpukat dipilih karena memiliki prospek yang kuat di sektor agribisnis dan mampu tumbuh optimal di wilayah Soppeng.
Ketua KTH Bera menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk merawat seluruh bibit hingga menghasilkan nilai ekonomis. Dengan 1007 bibit yang diterima, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan KTH Bera mampu menjadi sentra alpukat baru di Kecamatan Marioriawa.
Program BPRO ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah provinsi, UPTD KPH, dan masyarakat mampu mendorong pembangunan kehutanan produktif yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga.
Pewarta : Andi Taweng
Editor : Min



















