Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Indikasi Ketidaksesuaian Proyek PISEW Sanrobone, Talut Diduga Tak Penuhi Standar Konstruksi

356
×

Indikasi Ketidaksesuaian Proyek PISEW Sanrobone, Talut Diduga Tak Penuhi Standar Konstruksi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Takalar, Centerinvestigasi.id, 24 Desember 2025 — Pelaksanaan proyek Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, menuai sorotan warga.

Proyek yang dikerjakan Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD) Desa Tonasa–Sanrobone dengan nilai anggaran sekitar Rp500 juta itu diduga tidak sepenuhnya memenuhi standar teknis konstruksi.

Example 300×600

Hasil penelusuran di lapangan pada kunjungan pertama tanggal 12 November 2025 menunjukkan talut penahan tanah yang dibangun di sekitar area persawahan diduga tidak melalui proses penggalian pondasi sebagaimana lazimnya konstruksi talut. Struktur kaki bawah yang berfungsi sebagai penahan beban juga tidak tampak pada beberapa titik pekerjaan.

Kami kembali melakukan peninjauan untuk kedua kalinya pada tanggal 8 Desember 2025. Dari hasil pantauan lanjutan tersebut, kondisi talut masih terlihat tidak mengalami perbaikan signifikan. Beberapa bagian konstruksi tetap menunjukkan indikasi yang sama, yakni minimnya penguatan pondasi serta tidak terlihatnya struktur penahan beban yang memadai.

Sejumlah petani mengaku khawatir kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga, khususnya saat beraktivitas di lahan sawah yang berada di bawah talut.

“Talut ini langsung dipasang batu kali tanpa galian dasar. Kalau terjadi longsor atau ambruk, yang terdampak kami para petani,” ujar seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Selain kualitas pekerjaan, fungsi pengawasan proyek turut dipertanyakan. Warga menyebutkan, pada saat pekerjaan berlangsung, tim pengawas dari Balai serta pelaksana kegiatan PISEW tidak selalu berada di lokasi proyek untuk melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada waktu tertentu pihak pengawas dan pelaksana justru terlihat berada di luar lokasi pekerjaan.

Kondisi tersebut menimbulkan dugaan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang dibiayai oleh anggaran negara. Warga menilai pengawasan seharusnya dilakukan secara ketat untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.

Atas temuan tersebut, masyarakat mendesak Dinas terkait untuk segera melakukan audit teknis independen dan profesional. Warga juga meminta aparat penegak hukum di Kabupaten Takalar melakukan evaluasi sesuai kewenangan jika ditemukan indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan proyek PISEW.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak KKAD Tonasa–Sanrobone, Balai terkait, maupun instansi pelaksana PISEW belum memberikan keterangan resmi. Redaksi Centerinvestigasi.id masih berupaya melakukan konfirmasi untuk mendapatkan penjelasan dari pihak-pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan berita.

Masyarakat berharap proyek PISEW benar-benar dilaksanakan sesuai standar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya petani sebagai penerima langsung dampak pembangunan.

Pewarta: Kardewa

Editor: Min

Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *