Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
PENDIDIKAN - BUDAYA

Membangun Karakter Santri dengan Disiplin Positif SMP Muhammadiyah 4 Mudipat

198
×

Membangun Karakter Santri dengan Disiplin Positif SMP Muhammadiyah 4 Mudipat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PRIGEN,Centerinvestigasi.id— Di tengah dinamika pendidikan modern yang terus berkembang, SMP Muhammadiyah 4 Boarding School Porong (SMP Mudipat) menunjukkan kesungguhan dalam melakukan pembaruan berkelanjutan. Melalui School Workshop yang diselenggarakan pada 23–24 Desember 2025 di Prigen, Pasuruan, sekolah ini kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang unggul secara akademik sekaligus kokoh dalam pembentukan karakter.

Mengusung tema “Future Classroom and Human Touch”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh ustadz, ustadzah, serta tenaga kependidikan. Salah satu materi utama yang menjadi perhatian adalah Transformasi Disiplin Positif, yang disampaikan oleh Ibu Wulan Ari Handayani, S.Pd., M.Pd., praktisi sekaligus fasilitator pendidikan karakter.

Example 300×600

Dalam pemaparannya, Ibu Wulan menekankan bahwa makna disiplin sejati tidak bertumpu pada ketakutan atau tekanan, melainkan tumbuh dari kesadaran dan tanggung jawab pribadi peserta didik. Ia menguraikan perbedaan mendasar antara pola disiplin konvensional yang mengandalkan reward and punishment dengan disiplin positif yang berorientasi pada pembentukan kontrol diri dan karakter jangka panjang.

“Disiplin positif mengajak guru untuk beralih peran, dari sekadar penegak aturan menjadi pembimbing karakter. Guru hadir bukan sebagai penghukum, melainkan sebagai pendamping yang membantu santri memahami kesalahan dan menemukan solusi perbaikannya,” ungkapnya.

Salah satu pendekatan penting yang diperkenalkan adalah restitusi. Pendekatan ini memberikan ruang refleksi bagi santri untuk meninjau kembali perilakunya dengan merujuk pada lima kebutuhan dasar manusia. Melalui dialog yang empatik, santri diajak bertanggung jawab atas tindakannya, sehingga kesalahan menjadi sarana pembelajaran, bukan sumber ketakutan.

Selain itu, para pendidik juga dibekali pemahaman mengenai penyusunan Keyakinan Kelas. Pendekatan ini menggantikan aturan kaku dengan nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati bersama, seperti rasa aman, saling menghormati, dan tanggung jawab. Penggunaan bahasa positif diyakini mampu menumbuhkan motivasi intrinsik sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman secara emosional.

Kepala SMP Mudipat Boarding School Porong, Rozaq Akbar, menegaskan bahwa penerapan disiplin positif sejalan dengan ruh pendidikan pesantren yang menanamkan kesadaran nilai, bukan sekadar kepatuhan formal.

“Di Mudipat, santri tidak hanya diajarkan memahami benar dan salah, tetapi juga diajak menyadari alasan moral di balik setiap pilihan perilaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, santri tidak semata-mata menerima konsekuensi, melainkan dibimbing untuk memahami kesalahan, bertanggung jawab, serta memiliki keinginan tulus untuk memperbaiki diri.

“Inilah pendidikan karakter yang kami ikhtiarkan—ketaatan yang lahir dari kesadaran, bukan karena pengawasan,” tambahnya.

Workshop ini sekaligus memperkuat tiga pilar utama pengembangan sekolah, yakni Disiplin Positif, Penguatan Karakter Guru, dan Pembelajaran Kontekstual. Ketiganya menjadi fondasi future classroom SMP Mudipat, di mana teknologi dimanfaatkan sebagai sarana pendukung, sementara sentuhan kemanusiaan tetap menjadi ruh utama pendidikan.

Langkah peningkatan kapasitas ini menjadi wujud tanggung jawab SMP Mudipat dalam menjaga dan merawat kepercayaan masyarakat. Sebagai salah satu pesantren favorit di Kabupaten Sidoarjo, sekolah ini menyadari bahwa meningkatnya animo masyarakat harus diiringi dengan peningkatan mutu layanan pendidikan dan keteladanan para pendidik.

Menutup rangkaian kegiatan di Prigen, SMP Mudipat Boarding School Porong menyongsong tahun 2026 dengan optimisme baru—menegaskan bahwa pendidikan terbaik lahir dari perpaduan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan sentuhan hati.

Pewarta      : Redho

Editor          : Redaksi

 

Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *