SOPPENG – CENTERINVESTIGASI.ID | Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, Ketua II Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Reformasi Nasional (DPP-SEPERNAS), Rusmin, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pers di Indonesia.Minggu , 08/02/2026
Dalam pernyataan resminya yang diterima redaksi Centerinvestigasi.id, Rusmin menegaskan bahwa Hari Pers Nasional harus dimaknai sebagai momentum evaluasi dan penguatan peran pers sebagai pilar demokrasi serta alat kontrol sosial yang independen.
“Pers tidak boleh kehilangan jati diri.
Independensi, profesionalisme, dan keberpihakan pada kebenaran adalah prinsip yang tidak bisa ditawar, meski di tengah tekanan kekuasaan dan kepentingan tertentu,” tegas Rusmin.
Menurutnya, tantangan dunia pers saat ini semakin berat seiring perkembangan teknologi informasi yang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, disinformasi, dan narasi pesanan.
Oleh karena itu, insan pers dituntut tetap berpegang pada fakta, data, serta Kode Etik Jurnalistik.
Rusmin juga menegaskan komitmen SEPERNAS sebagai organisasi pers hasil reformasi untuk terus memperjuangkan kebebasan pers yang sehat, menolak segala bentuk intervensi, serta mendorong lahirnya wartawan yang berintegritas dan bertanggung jawab.
“Pers harus menjadi suara publik, bukan corong kekuasaan.
Fungsi kontrol sosial harus dijalankan secara konsisten demi terciptanya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Di usia ke-80 Hari Pers Nasional, Rusmin berharap insan pers di seluruh Indonesia semakin solid dalam menjaga marwah profesi dan terus hadir sebagai penjaga demokrasi.
Selamat Hari Pers Nasional ke-80. Pers Independen, Demokrasi Terjaga.
Catatan Redaksi Centerinvestigasi.id
Peringatan Hari Pers Nasional ke-80 menjadi pengingat penting bahwa kebebasan pers bukan hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang.
Centerinvestigasi.id menegaskan komitmen redaksi untuk tetap berdiri independen, mengedepankan kerja jurnalistik berbasis fakta lapangan, serta menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa kompromi terhadap kepentingan kekuasaan maupun tekanan ekonomi.
Redaksi berpandangan bahwa pers yang sehat adalah pers yang kritis, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
Oleh karena itu, setiap bentuk intervensi, pembungkaman, maupun upaya pelemahan fungsi pers harus dilawan dengan kerja jurnalistik yang profesional dan berintegritas.
Pewarta: Ashar
Editor : Redaksi



















