SOPPENG, Centerinvestigasi.id – Kepolisian Resor (Polres) Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan pemahaman generasi muda terhadap perkembangan teknologi digital. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui sosialisasi dan edukasi pemahaman Artificial Intelligence (AI) bagi siswa SMKN 1 Soppeng pada Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Soppeng, Kompol Sulaeman Abu, S.H., M.H., dengan menerjunkan tujuh personel sebagai tim edukasi dan trainer bagi para siswa kelas X dan XI.
Dalam pemaparannya, tim Polres Soppeng membekali pelajar mengenai perkembangan serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini bertujuan agar para siswa dapat memanfaatkan kemajuan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, serta menghindari risiko penyalahgunaan AI.
Bagian dari Program Quick Wins Presisi 2026
Kompol Sulaeman Abu menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan oleh personel yang memiliki kualifikasi sebagai trainer agar penyampaian materi dapat dilakukan dengan pendekatan yang interaktif dan mudah dipahami oleh kalangan remaja.
”Kami berharap edukasi AI ini dapat memperluas wawasan siswa sekaligus membentuk pola pikir yang bijak dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujar Kompol Sulaeman Abu.
Kegiatan ini sekaligus merupakan tindak lanjut dari implementasi Program Quick Wins Presisi Triwulan III Tahun 2026, khususnya pada Indikator 9.1 dan 9.2 yang berfokus pada peningkatan literasi teknologi masyarakat dan generasi muda.
Pesan Kapolres Soppeng: Pahami Batasan dan Responsibilitas
Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di sekolah tak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga membangun komunikasi edukatif yang relevan dengan dinamika zaman.
”AI adalah teknologi yang membawa manfaat besar jika digunakan secara tepat. Kami ingin para pelajar tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi juga memahami batasan, risiko, dan tanggung jawab di dalamnya,” tegas AKBP Hari Budiyanto.
Ia menambahkan, pemahaman sejak dini sangat penting agar para siswa kritis menyikapi era digital dan tidak menjadikan teknologi sebagai sarana tindakan destruktif atau melanggar hukum.
”Generasi muda menentukan masa depan. Kami berharap para siswa memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,” pungkasnya.
Adapun personel kepolisian yang terlibat aktif sebagai pelatih dalam kegiatan tersebut di antaranya Ipda Udiyanto, Ipda Darmawansyah, S.E., Bripda A. Arya, Bripda Anugrah Saputra, S.H., Bripda Ahmad Perjaka Putra, S.E., serta Bripda Sakinah Kurnia Rizky, S.P.




















