Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
OPINI

MENATAP MASA DEPAN DARI JEJAK SEORANG PERANTAU

327
×

MENATAP MASA DEPAN DARI JEJAK SEORANG PERANTAU

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Rusmin

Pimpinan Redaksi Centerinvestigasi.id

Example 300×600

​PERJALANAN hidup sering kali membawa seseorang melintasi batas geografis, menembus batas kemampuan, dan menempa ketangguhan diri melalui ujian zaman. Mengenang kembali memori tahun 1990—saat langkah kaki pertama kali dipijakkan di Negeri Jiran, Malaysia—adalah sebuah kenangan tentang keberanian, kerja keras, dan pencarian jati diri seorang anak muda.

​Benih Kepemimpinan dari Bangku Sekolah

​Jauh sebelum keputusan merantau itu diambil, proses pembentukan karakter sesungguhnya telah dimulai di tanah kelahiran, Soppeng. Tumbuh dalam keluarga petani yang bersahaja mengajarkan pentingnya kejujuran dan ketekunan. Di SMA Negeri 2 Watansoppeng, dinamika belajar tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas. Jiwa sosial, keaktifan dalam organisasi siswa, serta amanah sebagai ketua kelas dan berbagai penghargaan sekolah menjadi fondasi awal kepemimpinan.

​Namun, idealisme muda dan panggilan untuk mandiri mendorong keputusan besar: mengadu nasib di usia yang sangat muda, 17 tahun.

​Tempaan di Tanah Perantauan

​Tiba di Kampung Titingan (Ice Box Tengah), Tawau, Malaysia, kenyataan hidup langsung menyapa. Tanpa jeda panjang, tiga hari kemudian pekerjaan pertama dimulai di sebuah pabrik roti, Syarikat Bakery di Hiltop Garden Sdn Bhd. Pengalaman tiga bulan di sana menjadi titik awal adaptasi di negeri orang.

​Langkah berikutnya membawa perjalanan lebih jauh ke pedalaman hutan rimba bersama Syarikat Master Rama Sdn Bhd. Selama kurang lebih tiga tahun hidup dalam kem perkebunan dan perhutanan, tempaan fisik dan mental benar-benar diuji. Berawal dari peran sebagai hookman pada alat berat, ketekunan dan tanggung jawab membukakan jalan. Dalam waktu tiga bulan, pihak manajemen perusahaan memberikan kepercayaan lebih dengan mengamanahkan posisi sebagai checker kayu balak.

​Menolak Puas, Terus Memperluas Cakrawala

​Prinsip hidup yang tidak mudah berpuas diri menjadi pendorong untuk terus mencari pengalaman baru. Kembali ke perkotaan, kesempatan hadir di sektor ritel bersama Syarikat Kimayan Sdn Bhd di Tawau sebagai Supervisor. Kepercayaan ini meluas hingga penugasan mengelola bisnis ekspo di Centre Point, Kota Kinabalu, selama satu tahun.

​Namun, dahaga akan ilmu dan keterampilan tidak berhenti di situ. Keinginan untuk memiliki keahlian spesifik mendorong keputusan beralih ke bidang teknik hingga berhasil meraih sertifikasi resmi juru teknik di Malaysia. Setiap fase pekerjaan bukan sekadar mata pencaharian, melainkan ruang kuliah kehidupan.

​Nahkoda Keluarga dan Kembali ke Akar

​Di usia 24 tahun, lembaran baru dibuka dengan membangun bahtera rumah tangga. Kehadiran dua putra yang lahir di Hospital Tawau pada tahun 1995 dan 1996 makin melengkapi arti perjuangan. Hingga pada Agustus 1997, keputusan penting diambil untuk kembali ke Tanah Air memboyong istri, anak-anak, dan ibu mertua.

​Kembali ke Indonesia bukanlah akhir dari cerita, melainkan awal dari pengabdian baru. Pengalaman hidup di tanah perantauan—dengan segala suka dan dukanya—menjadi modal berharga dalam menjalankan amanah kepemimpinan di berbagai organisasi sosial dan media hingga hari ini.

​Catatan Penutup

​Kisah perjalanan dari bangku sekolah, rimba perantauan, hingga kembali ke kampung halaman mengajarkan satu hal mendasar: jabatan dan pengalaman bisa berganti, namun integritas, jiwa kepemimpinan, dan nilai kesederhanaan harus tetap menjadi pegangan.

​Hidup bersahaja bukan berarti terbatas dalam berkarya, melainkan cara menjaga agar nurani dan kepedulian sosial tetap menyala di mana pun kita berdiri.

Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *