Takalar ,Centerinvestigasi.id- Penyalahgunaan BBM subsidi di Kabupaten Takalar kian menjadi sorotan. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dengan tegas mengancam akan mencabut barcode (barkot) milik anggota kelompok tani yang terbukti menyimpang dari aturan.
Pernyataan keras tersebut disampaikan kepada awak media di kantor pertanian pada Selasa, 7 April 2026, menyusul banyaknya temuan di sejumlah SPBU yang menunjukkan barcode BBM subsidi digunakan tidak sesuai peruntukannya.
Ironisnya, BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional pertanian justru diduga digunakan untuk kepentingan pribadi. Praktik ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi merugikan petani lain yang benar-benar membutuhkan.
“Kami tidak akan mentolerir penyalahgunaan. Jika terbukti, barcode akan langsung dicabut tanpa kompromi,” tegas Ilham Siala.
Menurutnya, barcode BBM diberikan berdasarkan data kelompok tani yang telah diverifikasi. Namun, lemahnya pengawasan di lapangan diduga menjadi celah terjadinya penyimpangan.
Temuan ini pun memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas distribusi BBM subsidi di Takalar. Pasalnya, meski sistem barcode telah diterapkan untuk memperketat penyaluran, praktik penyalahgunaan masih saja terjadi.
Pewarta: kardewa
Editor : Redaksi



















