Soppeng, Centerinvestigasi.id– Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai pertemuan alumni SMP Letting 1990 di Warung Kopi Indomi (Warkopindo) milik A. Hanna, yang berlokasi di BTN Lalabata Indah Blok A No. 1, Kabupaten Soppeng, Senin (01/06/2026).

Pertemuan santai tersebut dihadiri oleh A. Hanna selaku tuan rumah, Bur yang merupakan pengusaha asal Desa Soga, Fire, Sofian, serta Rusmin. Sambil menikmati kopi, para alumni mengenang masa-masa sekolah dan berbagi pengalaman hidup yang telah mereka lalui selama puluhan tahun.
Pada kesempatan itu, Rusmin, Ketua II DPP-SEPERNAS sekaligus Pimpinan Redaksi Media Centerinvestigasi.id, menceritakan perjalanan hidupnya sejak usia muda. Ia mengungkapkan bahwa setelah menamatkan pendidikan di SMP Negeri 3 Kabupaten Soppeng, dirinya sempat melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 2 Watansoppeng.
Menurut Rusmin, selama kurang lebih tiga bulan dirinya aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 2 Watansoppeng dan bahkan pernah dipercaya sebagai Ketua Kelas I.6.
Namun karena memilih merantau ke Malaysia untuk mencari pengalaman hidup, ia akhirnya tidak melanjutkan pendidikan formalnya.
Rusmin mengenang saat pertama kali berangkat ke Malaysia dengan kondisi ekonomi yang sangat sederhana. Saat itu, menurutnya, biaya sewa kapal laut menuju Malaysia sekitar Rp7.500, sementara uang yang dimilikinya hanya sekitar Rp9.000.
“Waktu berangkat ke Malaysia, modal saya hanya sekitar sembilan ribu rupiah.
Ongkos kapal sekitar tujuh ribu lima ratus rupiah.
Dengan modal yang sangat terbatas itulah saya berangkat merantau,” kenangnya.
Selain pengalaman merantau, Rusmin juga berbagi kisah perjalanan kariernya sebagai wartawan yang telah dijalani sejak tahun 2003 hingga sekarang. Ia menceritakan berbagai pengalaman suka dan duka dalam dunia jurnalistik, termasuk kegiatan kontrol sosial yang pernah dilakukannya di berbagai daerah.
Menurutnya, ia pernah melakukan kontrol sosial dan pendampingan masyarakat di Kendari, Sulawesi Tenggara, serta sejumlah daerah di Kalimantan Timur seperti Samarinda, Tenggarong, dan Bontang. Ia juga pernah berkoordinasi dengan berbagai lembaga negara, termasuk Komisi Kepolisian Nasional dan Komisi Pemberantasan Korupsi, terkait berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Rusmin mengungkapkan bahwa Media Centerinvestigasi.id yang dipimpinnya terus berkembang dan telah memiliki jaringan tim di berbagai daerah, di antaranya Makassar, Kolaka, Sulawesi Utara, Pinrang, Wajo, Barru, Jeneponto, Pamekasan, Jawa Timur, Samarinda, Tenggarong, Bontang, hingga Jakarta.
Menurutnya, jaringan tersebut akan terus diperluas sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi pers dan kontrol sosial di berbagai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami akan terus memperluas jaringan Media Centerinvestigasi.id agar semakin banyak daerah yang dapat dijangkau dan suara masyarakat dapat tersampaikan dengan baik,” ujarnya.
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, Rusmin juga menyampaikan pandangannya mengenai profesi wartawan.
“Saya sering mengatakan kepada anak saya, kalau ingin menjadi kaya, jadilah pengusaha.
Wartawan yang menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Pers bukan profesi untuk mencari kekayaan.
Wartawan adalah pengontrol sosial di segala bidang dan bertugas menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” katanya.
Rusmin mengaku bahwa selama menjalani profesi wartawan dan aktivitas kontrol sosial, dirinya tidak pernah menjadi orang kaya. Namun, ia tetap bersyukur karena dapat hidup sederhana dan terus berbuat untuk masyarakat.
“Saya tidak pernah menjadi kaya.
Sampai sekarang saya hidup sederhana. Tetapi saya bersyukur karena masih bisa menjalankan tugas sebagai wartawan dan kontrol sosial untuk masyarakat,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Rusmin juga memberikan pesan kepada rekan-rekan alumni yang menekuni dunia usaha. Menurutnya, keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya ditentukan oleh modal dan kemampuan bisnis, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri dari berbagai godaan.
“Kalau ingin menjadi pengusaha yang sukses, ada beberapa hal yang harus dihindari.
Pertama minuman keras, kedua perjudian, dan ketiga perempuan yang dapat menjerumuskan.
Biasanya ketika seseorang mulai berhasil dalam usaha, godaan-godaan seperti itu akan muncul. Kalau tidak bisa mengendalikan diri, usaha yang sudah dibangun bisa hancur,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa kerja keras, kejujuran, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga amanah merupakan kunci penting dalam mempertahankan keberhasilan.
Pertemuan alumni SMP Letting 1990 tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi ajang mempererat silaturahmi, mengenang masa sekolah, serta berbagi pengalaman hidup yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sesama alumni.
(Redaksi Media Centerinvestigasi.id)



















