Bombana, Centerinvestigasi.id – Konflik antara Masyarakat Di Desa Toari Bombana, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, dengan PT Gunung Andalan Sukses (GAS) kembali mencuat.
Sejumlah warga melakukan aksi penghalangan terhadap pemasangan jaringan kabel listrik menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik perusahaan sebagai bentuk protes atas dugaan penebangan tanaman milik masyarakat tanpa pemberitahuan dan tanpa penyelesaian hak-hak warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, penebangan tersebut diduga dilakukan untuk kepentingan pendirian tiang listrik dan penarikan kabel menuju kawasan pabrik. Tanaman yang terdampak penebangan di antaranya terdapat puluhan pohon kelapa, kayu jati, jambu mete, dan kayu bance, yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
Warga mengaku tidak pernah diajak bermusyawarah maupun menerima pemberitahuan sebelum pekerjaan penebangan tanaman ini dilakukan. Mereka juga menyatakan belum ada kesepakatan terkait ganti kerugian atas tanaman yang diduga ditebang.
Akibatnya, masyarakat mengambil langkah menghentikan sementara aktivitas pemasangan kabel listrik.
Warga menegaskan bahwa pekerjaan tersebut tidak akan diizinkan berlanjut sebelum perusahaan menyelesaikan persoalan yang mereka anggap merugikan masyarakat.
Perjuangan warga kini mendapat pendampingan dari *Rakyat Nusantara* yang dikoordinir oleh *Ferdi Alfendi.* Organisasi tersebut menyatakan akan mengawal penuh proses penyelesaian sengketa hingga hak-hak masyarakat dipenuhi sesuai ketentuan hukum.
Ferdi Alfendi, menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan hak masyarakat.
“Kami tidak menolak investasi. Namun investasi harus menghormati hukum dan hak masyarakat. Jika benar tanaman milik warga ditebang tanpa pemberitahuan, tanpa persetujuan, dan tanpa penyelesaian hak-haknya, maka perusahaan wajib bertanggung jawab.
Selama persoalan ini belum diselesaikan, kami bersama masyarakat akan terus mengawal dan memperjuangkan hak-hak mereka,” tegas Ferdi Alfendi.
Ia juga meminta PT Gunung Andalan Sukses segera membuka ruang dialog dengan masyarakat serta menyelesaikan persoalan tersebut secara bermartabat.
Menurutnya, konflik seperti ini seharusnya dapat dicegah apabila perusahaan mengedepankan komunikasi dan musyawarah sebelum melakukan pekerjaan yang berdampak pada masyarakat.
Rakyat Nusantara juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bombana, aparat penegak hukum, dan instansi terkait agar segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penebangan tanaman masyarakat serta memfasilitasi penyelesaian yang adil bagi seluruh pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih bertahan di lokasi dan terus melakukan penghalangan terhadap pemasangan jaringan kabel listrik menuju Pabrik Kelapa Sawit PT Gunung Andalan Sukses.
Warga menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan mempertahankan hak atas tanaman yang mereka kelola selama bertahun-tahun.
Masyarakat berharap perusahaan segera menunjukkan itikad baik dengan membuka dialog, melakukan pendataan terhadap tanaman yang terdampak, serta menyelesaikan hak-hak warga.
Mereka menegaskan bahwa investasi akan memperoleh dukungan apa bila dijalankan dengan menghormati hukum, hak kepemilikan masyarakat, dan prinsip keadilan.




















