SOPPENG, Centerinvestigasi.id – Kepolisian Resor (Polres) Soppeng bergerak cepat memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di wilayah Kabupaten Soppeng. Langkah strategis tersebut dibahas melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Aula Tantya Sudhirajati, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., ini dihadiri oleh Bupati Soppeng H. Suardi Haseng, S.E., Kajari Soppeng Sulta Donna Sitohang, perwakilan Kodim 1423/Soppeng, PN Watansoppeng, Dinas Kehutanan Prov. Sulsel, BPBD, KPH Walanae, serta jajaran Camat, Lurah, hingga Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Pembentukan 3 Rayon Satgas KarhutlahSebagai wujud kesiapan operasional di lapangan, Polres Soppeng telah membagi wilayah penanganan Karhutlah menjadi tiga rayon utama guna mempercepat pengerahan personel:
Rayon I: Mengover wilayah Kecamatan Lalabata, Lilirilau, dan Ganra.
Rayon II: Mengover wilayah Kecamatan Marioriawa dan Donri-Donri.
Rayon III: Mengover wilayah Kecamatan Liliriaja, Citta, dan Marioriwawo.
Pencegahan dan Response Cepat
Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi Karhutlah harus dibangun sebelum potensi berubah menjadi bencana. Penanganan tidak boleh menunggu hingga kebakaran meluas.
”Kita tidak boleh bekerja setelah kejadian. Kesiapan harus dibangun sebelum potensi itu menjadi bencana.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa di lapangan harus proaktif memberikan edukasi dan memantau wilayahnya masing-masing,” ujar AKBP Hari Budiyanto.
Selain pengarahan Kapolres, rakor juga diisi dengan penyampaian materi dan pemetaan kerawanan oleh Kasat Intelkam Polres Soppeng, Dinas Kehutanan Prov. Sulsel, BPBD, dan KPH Walanae Soppeng demi menyamakan pola penindakan di lapangan.




















