Watansoppeng, 25 Februari 2025 , Centerinvestigasi.id– Proyek sumur bor di Bila Tungke’e Lingkungan Biccuing, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi perhatian publik setelah belum dapat dimanfaatkan oleh warga. Proyek yang menggunakan anggaran sekitar Rp 60 juta dari dana kelurahan tahun 2024 ini dikabarkan mengalami keterlambatan dalam pengoperasiannya.
Menanggapi hal tersebut, A. Kadri, selaku pihak yang bertanggung jawab atas proyek ini, memberikan klarifikasi bahwa proyek tidak terbengkalai, melainkan mengalami penyesuaian sesuai permintaan warga.
“Ini bukan proyek terbengkalai. Warga meminta agar kedalaman sumur ditambah, sehingga kami membuka kembali mesin sumur untuk menyesuaikan kedalamannya. Jika memang ada kesalahpahaman, kami siap memasang kembali mesin agar air bisa segera dialirkan,” ujar A. Kadri dalam pernyataannya di Kantor DPC SEPERNAS Soppeng.
Ia juga menambahkan bahwa sebelum pompa sumur dibuka kembali, warga telah melihat kondisi air yang keluar dari sumur tersebut.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi (Pimred) Media Center Investigasi (CI), Rusmin, menanggapi klarifikasi ini dengan menyarankan agar mesin sumur segera dipasang kembali demi menghindari spekulasi di masyarakat.
“Kalau memang bukan sumur bor dalam, sebaiknya mesin segera dipasang kembali agar warga bisa segera memanfaatkannya. Hal ini penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat,” kata Rusmin.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih menunggu realisasi pemasangan kembali mesin sumur bor tersebut. Warga berharap proyek ini bisa segera difungsikan agar kebutuhan air di Lingkungan Bila Tungke’e dapat terpenuhi.
(Media Center Investigasi – Centerinvestigasi.id)



















