Takalar, Centerinvestigasi.id — Pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Takalar di area Pasar Pattallassang, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, pada Rabu (26/11/2025) mendapat sorotan dari warga.

Sejumlah warga mengeluhkan adanya dugaan monopoli pembelian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersubsidi.
Beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp56.000 yang semestinya dibatasi maksimal dua karung per orang, diduga justru diborong oleh salah satu warga hingga sekitar 20 karung.
Keluhan tersebut disampaikan masyarakat yang tidak kebagian beras karena stok lebih cepat habis.
“Kami heran karena aturan pembatasan pembelian tidak ditegakkan. Pejabat yang hadir juga terlihat tidak menegur petugas yang melayani,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Warga berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi dan memberikan pengawasan lebih ketat pada pelaksanaan pasar murah agar manfaat program subsidi tepat sasaran.
“Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk kementerian terkait,” tambah warga.
Peristiwa ini menunjukkan perlunya peningkatan mekanisme pengawasan dalam pelaksanaan program subsidi agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak.
Pewarta: Kardewa
Editor: Min



















