Takalar, Centerinvestigasi.id – Desa Mangindara di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menjadi pusat perhatian dalam upaya mitigasi bencana alam pesisir. Minggu (23/06).
Dalam dua tahun terakhir ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Mangindara setempat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp- 250 juta per tahunnya untuk pembangunan pemecah ombak.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kerusakan ekosistem pantai yang diakibatkan oleh aktivitas tambang pasir beberapa tahun sebelumnya.
Beberapa tahun lalu, tambang pasir di sekitar wilayah pesisir Mangendara beroperasi dengan intensitas yang tinggi.
Sehingga menyebabkan erosi yang signifikan, mengurangi ketebalan garis pantai dan melemahkan pertahanan alami terhadap gelombang laut.
Terkait hal itu Pemdes sudah lebih awal merancang dan membangun Pemecah Ombak untuk meminimalisir dampak gelombang yang lebih besar, yang bisa menyebabkan abrasi dan kerusakan dampak lingkungan.
Sejak dua tahun terakhir, anggaran sebesar Rp- 250 juta per tahun telah dialokasikan untuk proyek ini. Adapun total
investasi mencapai Rp- 500 juta hingga saat ini.
Dana tersebut digunakan untuk membangun struktur pemecah ombak yang kokoh, dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi agar mampu bertahan dalam jangka panjang.
Pembangunan pemecah ombak ini telah memberikan beberapa dampak positif, yakni ;
Perlindungan Lingkungan: Mengurangi Laju Abrasi Pantai, Menjaga garis Pantai tetap stabil, dan mengurangi ekosistem laut.
Keamanan Penduduk:
Dengan adanya pemecah ombak, risiko banjir dan kerusakan akibat gelombang besar dapat diminimalisir, sehingga penduduk merasa lebih aman.
Peningkatan Ekonomi Lokal: Stabilitas pantai menarik minat wisatawan, yang pada gilirannya memberikan dorongan ekonomi bagi masyarakat setempat melalui sektor pariwisata dan usaha kecil lainnya.
Meskipun banyak manfaat yang dirasakan, proyek ini juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah kebutuhan untuk terus memantau dan merawat struktur pemecah ombak agar tetap efektif.
Selain itu, perlu adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat untuk menjaga lingkungan pesisir dan tidak kembali melakukan aktivitas yang merusak.
Pembangunan pemecah ombak di Desa Mangindara, Takalar, adalah contoh konkret bagaimana intervensi pemerintah dapat membantu mengatasi masalah lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Dengan alokasi anggaran yang tepat dan implementasi yang konsisten, langkah ini telah menunjukkan hasil positif dalam mengurangi dampak erosi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Upaya berkelanjutan dan kerja sama antara pemerintah dan warga desa akan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir di masa mendatang.



















