Kolaka, 15 Juni 2025 — Centerinvestigasi.id
Setelah berbagai aksi dan aspirasi masyarakat Kecamatan Wolo terkait dampak aktivitas pertambangan, Manajemen PT. Ceria Nugraha Indotama (PT. CNI) akhirnya menggelar dialog tertutup bersama perwakilan warga dan organisasi Lingkar Tambang “MATA WOLO”, Sabtu (14/6).
Dialog yang berlangsung kondusif itu dihadiri langsung General Manager PT. CNI, Wahyu Maradona, serta Ketua Umum MATA WOLO, Fasil Wahyudi, didampingi Pendiri MATA WOLO, Rudini Syam, S.A.P. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah isu prioritas, seperti dampak lingkungan, status lahan, dan keterlibatan warga lokal dalam pembangunan berkelanjutan.
GM PT. CNI menyambut masukan yang disampaikan warga. Ia berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh selama 20 hari ke depan sebelum menindaklanjuti tuntutan masyarakat.
> “Kami terbuka untuk perbaikan dan akan menindaklanjuti secara bertahap. Ada yang bisa diselesaikan secara internal, sebagian lagi perlu koordinasi dengan instansi pemerintah,” ujar Wahyu Maradona usai pertemuan.
Ketua MATA WOLO, Fasil Wahyudi, mengapresiasi langkah terbuka dari pihak perusahaan. Ia menegaskan bahwa masyarakat Wolo mendukung pembangunan industri, namun menuntut keadilan dan tanggung jawab sosial dari setiap aktivitas pertambangan.
> “Kami tidak menolak industri. Kami hanya ingin kepastian hak, keterbukaan, dan perlindungan atas tanah kami. Ini awal yang baik menuju komunikasi yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tegas Fasil.
Pertemuan ini dinilai sebagai titik awal membangun hubungan yang lebih harmonis antara perusahaan dan masyarakat. Warga Kecamatan Wolo kini menanti langkah konkret hasil evaluasi dari PT. CNI dalam waktu yang telah dijanjikan.
> “Di tanah ini kami hidup, dan di tanah ini pula kami ingin tumbuh bersama keadilan,” tutup Fasil dalam pernyataannya.
Pewarta: Tim Kolaka
Editor: Andi Taweng



















