Kolaka, Centerinvestigasi.id – Dahulu, siapa sangka sebuah lapangan di jantung Kelurahan Wolo, Kecamatan Wolo, hanya menjadi saksi bisu malam-malam yang sunyi dan gelap gulita. Tempat itu seakan terabaikan hanya dilalui warga yang terburu pulang, tanpa jejak kehidupan berarti selepas senja.
Namun kini, suasana tersebut telah berubah drastis.
Lapangan yang dulunya gelap kini bersinar terang. Dipenuhi cahaya lampu hias, semangat masyarakat, dan tawa pengunjung dari berbagai kalangan. Warga lokal hingga pendatang datang menikmati wajah baru ruang publik yang kini menjadi ikon kehidupan malam Wolo.
Transformasi ini tak lepas dari peran Taslim Muttalib, S.Sos., M.E., tokoh yang dikenal visioner dan peduli terhadap kemajuan daerah. Dalam wawancara eksklusif bersama Centerinvestigasi.id pada Minggu (27/7), Taslim mengungkapkan bahwa gagasan ini lahir dari kerinduan masyarakat akan ruang terbuka yang nyaman, aman, dan inklusif.
> “Kami ingin menciptakan ruang publik yang hidup dan bisa dinikmati semua kalangan. Lapangan ini bukan lagi sekadar tempat kosong, tapi telah menjadi napas baru bagi Wolo di malam hari,” tutur Taslim.
Kini, kawasan tersebut telah dilengkapi pencahayaan memadai, area bermain anak, tempat duduk santai, serta deretan lapak UMKM yang membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Setiap malam, lapangan ini dipadati keluarga, anak-anak muda, hingga para pelaku usaha kecil yang meramaikan suasana.
Perubahan wajah lapangan ini menjadi bukti nyata: ketika kepedulian bertemu dengan aksi, kemajuan bukan hanya mungkin—ia hadir dan terasa langsung oleh masyarakat.
Kelurahan Wolo kini tak lagi gelap dan sepi di malam hari. Ia telah menjelma menjadi ruang kehidupan yang semarak—simbol harapan baru bagi Kecamatan Wolo dan sekitarnya.
Pewarta : Tim Kolaka
Editor : Min



















