Mamasa, Centerinvestigasi.id – Tiga mahasiswa Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) PSDKU Mambi menggagas pembentukan Komunitas Inovasi dan Pengabdian Mahasiswa (KIPM) pada 1 Maret 2026 di Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Inisiatif tersebut dipelopori oleh Arivin, Afdal, dan Alya sebagai upaya menghadirkan ruang pengembangan ide serta kegiatan pengabdian sosial mahasiswa.
Arivin menyampaikan bahwa KIPM dirancang sebagai wadah kolaboratif mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya aktif di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Afdal menambahkan bahwa penyusunan program kerja tengah difokuskan pada kegiatan inovasi dan penguatan jejaring sosial mahasiswa.
“Program yang kami rancang diarahkan pada kegiatan edukatif dan sosial yang terukur,” katanya.
Sementara itu, Alya menekankan pentingnya partisipasi aktif mahasiswa dalam membangun kepedulian sosial.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Masih Tahap Konsolidasi Hingga saat ini, KIPM disebut masih dalam tahap konsolidasi internal dan koordinasi administratif dengan pihak kampus. Proses pengesahan organisasi menjadi bagian penting agar seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan akademik yang berlaku.
Catatan Redaksi
Redaksi Centerinvestigasi.id mencatat bahwa pembentukan organisasi kemahasiswaan merupakan bagian dari kebebasan akademik yang dijamin dalam lingkungan pendidikan tinggi, sepanjang tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme internal kampus.
Media ini akan terus memantau perkembangan KIPM, termasuk aspek legalitas dan implementasi programnya, guna memastikan bahwa semangat inovasi dan pengabdian benar-benar terealisasi, bukan sekadar wacana.
Apabila terdapat klarifikasi atau tanggapan resmi dari pihak kampus, redaksi membuka ruang hak jawab sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pernyataan Resmi Pimpinan Redaksi Media Center Investigasi
Pimpinan Redaksi Media Center Investigasi (CI), Rusmin, menegaskan bahwa media memiliki fungsi kontrol sosial, termasuk dalam dinamika dunia kampus.
“Inisiatif mahasiswa patut diapresiasi, namun yang lebih penting adalah konsistensi dan transparansi dalam menjalankan organisasi. Media akan mengawal setiap perkembangan secara objektif dan profesional,” tegas Rusmin.
Ia menambahkan bahwa keberadaan organisasi mahasiswa harus memberi dampak nyata, bukan sekadar formalitas struktural.
“Kami mendukung gerakan mahasiswa yang progresif, tetapi tetap dalam koridor aturan dan akuntabilitas. Jika ada hambatan administratif atau dinamika internal, hal itu juga bagian dari proses yang layak diketahui publik secara proporsional,” ujarnya.
Media Center Investigasi menegaskan komitmennya untuk tetap independen, berimbang, serta mengedepankan verifikasi dalam setiap pemberitaan.
Pewarta : Muh Hammam RB
Editor : Redaksi



















