Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITABREAKING NEWS

Krisis Air Melanda Kayangan Selatan Soppeng: Warga Terpaksa Mandi di Sumur Buccello, PDAM Bungkam Seribu Bahasa

41
×

Krisis Air Melanda Kayangan Selatan Soppeng: Warga Terpaksa Mandi di Sumur Buccello, PDAM Bungkam Seribu Bahasa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SOPPENG, Centerinvestigasi.id – Puncak krisis air bersih kembali memukul warga di Jalan Kayangan Bagian Selatan, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Keluhan yang sebenarnya sudah berlangsung kronis, kini mencapai titik didih pada Kamis (9/4/2026). Akibat aliran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mati total tanpa kejelasan, warga terpaksa kembali ke cara primitif: mengantre dan mandi di Sumur Buccello.

Ironi pelayanan publik ini terjadi di saat berbagai pihak kerap mengklaim adanya peningkatan kualitas layanan. Namun realitas di lapangan berkata lain; warga yang seharusnya menikmati keran air di dalam rumah, justru harus bersusah payah memanggul ember menuju sumur umum hanya untuk kebutuhan dasar mandi dan mencuci.

Example 300×600

“Solusi Darurat” yang Memalukan

Keputusasaan warga terlihat jelas pagi ini. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah jadwal aliran air yang dijanjikan semalam tidak juga kunjung datang.

“Air tidak mengalir tadi malam sama sekali. Ini membuat warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Akhirnya, warga terpaksa pergi mandi dan mencuci di Sumur Buccello,” keluh warga tersebut kepada Centerinvestigasi.id, Kamis (9/4).

Kondisi ini memaksa warga meninggalkan kenyamanan rumah demi antri di sumur umum, sebuah pemandangan yang seharusnya sudah menjadi sejarah di era modern ini.

Pola Distribusi yang Menyesatkan

Berdasarkan pantauan Centerinvestigasi.id, pola distribusi air PDAM di wilayah ini dalam sepekan terakhir menunjukkan ketidakkonsistenan yang meresahkan:

Minggu Pertama: Air hanya mengalir selama kurang lebih 3 jam dengan debit sangat pelan. Jumlah ini dinilai tidak cukup untuk menampung kebutuhan satu keluarga, apalagi untuk stok seminggu.

Minggu Kedua (Saat Ini): Air mati total tanpa ada informasi resmi mengenai penyebab atau estimasi perbaikan.

“Kami sudah dijadwalkan dapat air dua kali seminggu, tapi realitanya nol. Minggu lalu cuma mengalir sebentar kurang lebih 3 jam saja, minggu ini kering kerontang,” tambah warga lainnya dengan nada geram.

Konfirmasi Media Diabaikan: Sikap Apatis Pengelola?

Yang paling memprihatinkan bukan hanya soal air yang mati, melainkan responsivitas pihak pengelola. Centerinvestigasi.id telah berupaya melakukan verifikasi independen dan memperoleh bukti otentik komunikasi via WhatsApp antara Tim Redaksi dengan kontak layanan/teknisi PDAM yang dimiliki redaksi.

Pada pukul 10.23 WITA, Tim Redaksi mengirimkan pesan konfirmasi dengan nada sopan:

“Assalamu’alaikum wr, wb. Selamat pagi. Mohon maaf sebelumnya. Ijin Konfirmasi. Kenapa Air di Kayangan bagian selatan tidak Mengalir tadi malam? Tolong dijelaskan.”

Disusul pada pukul 10.26 WITA dengan penjelasan dampak darurat:

“Hal ini membuat Warga kesulitan dapatkan Air bersih. Warga pergi Mandi dan mencuci di Sumur Buccello.”

Namun, hingga berita ini diturunkan sore ini, pesan tersebut belum dibalas. Tidak ada penjelasan teknis, tidak ada permintaan maaf, dan nihil estimasi waktu perbaikan. Upaya verifikasi serupa yang dikirimkan ke manajemen PDAM Kabupaten Soppeng sejak pagi hari juga bernasib sama: tidak ada respons.

Desakan Transparansi dan Akuntabilitas

Sikap diam seribu bahasa dari PDAM Soppeng di tengah penderitaan warga ini dinilai sangat tidak empatik dan mencederai hak dasar masyarakat atas air bersih. Publik mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) penanganan gangguan mendadak: Kemana arah koordinasi? Mengapa tidak ada sistem notifikasi dini kepada pelanggan jika jadwal distribusi batal?

Warga Jalan Kayangan Selatan mendesak Pengurus PDAM Kabupaten Soppeng untuk segera mengambil langkah konkret:

Memberikan Penjelasan Resmi: Mengklarifikasi alasan teknis mengapa air mati total sejak tadi malam.

Perbaikan Infrastruktur: Segera memperbaiki jaringan atau mengoptimalkan bak penampungan agar pola “mengalir 3 jam lalu mati” tidak terulang.

Respons Cepat: Membuka saluran komunikasi yang efektif dan merespons keluhan warga, bukan membiarkan pesan menggantung berjam-jam.

Centerinvestigasi.id akan terus memantau perkembangan krisis ini secara ketat. Jika hingga akhir pekan ini air belum mengalir dan pihak PDAM tetap memilih untuk bungkam, kami akan melaporkan temuan ini lebih lanjut kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng dan DPRD sebagai bentuk pengawasan serius terhadap gagalnya pelayanan publik di daerah ini.

(Redaksi Centerinvestigasi.id

Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *