Samarinda, Centerinvestigasi.id – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Timur Raya (DPD PETIR) Kalimantan menegaskan sikap untuk ikut turun langsung dalam aksi “Demo Akbar Jilid III” yang akan digelar pada Kamis, 21 Mei 2026, di Samarinda.
Kehadiran PETIR dalam aksi tersebut disebut bukan sekadar simbol dukungan, melainkan bentuk nyata keberpihakan terhadap suara rakyat Kalimantan Timur yang dinilai sudah terlalu lama menahan kekecewaan terhadap berbagai persoalan daerah.
Ketua DPD PETIR Kalimantan Arifin Renel, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat keresahan masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, aksi ini merupakan momentum untuk menyuarakan tuntutan rakyat secara terbuka dan tegas.
“Kami akan turun bersama rakyat. PETIR tidak ingin hanya menjadi penonton ketika masyarakat berjuang menuntut keadilan dan perubahan. Ini adalah bentuk keberanian moral untuk mengawal suara rakyat Kalimantan Timur,” tegasnya.
Arifin Renel menilai aspirasi masyarakat tidak boleh dianggap sepele ataupun dibungkam. Pemerintah diminta membuka mata terhadap berbagai kritik dan tuntutan yang muncul dari bawah.
“Aspirasi rakyat bukan ancaman. Justru itu alarm bahwa ada persoalan serius yang harus dijawab. Jangan sampai rakyat terus dipaksa diam sementara dugaan persoalan di daerah semakin menjadi sorotan publik,” lanjutnya.
Arifin Renel juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, buruh, organisasi kepemudaan, hingga komunitas sipil untuk bersatu mengawal aksi secara damai namun tetap lantang menyampaikan tuntutan.
Dalam pernyataannya, Arifin Renel menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan gerakan moral rakyat yang menginginkan transparansi, keadilan, serta pemerintahan yang bersih dari dugaan penyimpangan dan kepentingan kelompok tertentu.
“Kami datang bukan untuk membuat kekacauan, tetapi untuk memastikan suara rakyat tidak diabaikan. Jika pemerintah masih menutup telinga, maka gelombang perlawanan rakyat akan terus membesar,” tutupnya.



















