Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITABREAKING NEWSNASIONALPENDIDIKAN - BUDAYA

Akifah Masih Trauma, Keluarga Desak MTsN 2 Kolaka dan Guru Terlapor Buka Klarifikasi

718
×

Akifah Masih Trauma, Keluarga Desak MTsN 2 Kolaka dan Guru Terlapor Buka Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KOLAKA, Centerinvestigasi.id – Kondisi psikologis Akifah, siswi MTsN 2 Kolaka yang sebelumnya disebut juga bukanmengalami dugaan intimidasi saat mengikuti kegiatan Hb gerak jalan dalam rangka HUT RI ke-81, hingga kini masih menjadi perhatian serius keluarga.

Kondisi tersebut kembali terlihat ketika tim investigasi Centerinvestigasi.id mengunjungi kediaman keluarga Akifah pada Selasa (18/8/2026) pukul 16.00 WITA untuk melihat secara langsung kondisi siswi tersebut.

Example 300×600

Berdasarkan keterangan orang tua Akifah, pada hari yang sama sekitar pukul 10.00 wita sejumlah perwakilan dari MTsN 2 Kolaka datang ke rumah keluarga. Mereka masing-masing berinisial M, A dan R. Kedatangan tersebut disebut berkaitan dengan persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah disebut meminta untuk bertemu langsung dengan Akifah.

Namun, pertemuan itu justru memperlihatkan kondisi emosional Akifah yang menurut keluarga masih belum pulih.

Saat berhadapan dengan gurunya, Akifah disebut langsung menutup wajah dan menarik jilbabnya ke bagian depan sembari menangis tersedu-sedu.

Bagi keluarga, reaksi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan yang dialami Akifah tidak dapat dipandang sebagai persoalan sederhana yang cukup diselesaikan melalui pertemuan internal.

Akifah bahkan kembali menceritakan pengalaman yang dialaminya. Kondisi emosional tersebut membuat keluarga semakin khawatir terhadap dampak psikologis yang mungkin dirasakan anak tersebut.

Keluarga Pertanyakan Penyelesaian yang Dianggap Belum Terbuka

Dalam pertemuan itu, menurut keterangan keluarga, pihak sekolah mengharapkan agar persoalan diselesaikan secara kekeluargaan.

Keluarga juga disebut diminta bersedia agar pemberitaan mengenai persoalan tersebut ditarik oleh media.

Di sisi lain, menurut keterangan keluarga, terdapat pembicaraan mengenai kesediaan oknum guru untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan diberitakan oleh media.

Namun, keluarga menyebut pihak sekolah keberatan apabila nama institusi sekolah dicantumkan dalam pemberitaan.

Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu pertanyaan keluarga: Jika persoalan memang telah diselesaikan, mengapa klarifikasi dan pertanggungjawaban kepada publik justru belum dilakukan secara terbuka?

Keluarga menilai persoalan tersebut menyangkut lingkungan pendidikan dan melibatkan seorang peserta didik, sehingga proses penyelesaiannya harus dilakukan secara hati-hati, transparan, serta tetap mengutamakan kepentingan anak.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala MTsN 2 Kolaka memberikan tanggapan singkat.

“Maaf kemarin kami sudah selesaikan dengan pihak orang tuanya di sekolah 🙏,” demikian jawabnya.

Pernyataan tersebut telah dicatat sebagai bagian dari hak jawab pihak sekolah.

Namun demikian, keterangan tersebut belum menjelaskan secara rinci bentuk penyelesaian yang dimaksud, apakah terdapat permintaan maaf, hasil pemeriksaan internal, tindakan terhadap pihak yang diduga terlibat, maupun langkah sekolah untuk memastikan kondisi Akifah kembali aman dan nyaman.

Karena itu, Centerinvestigasi.id menilai masih terdapat sejumlah pertanyaan publik yang patut dijelaskan secara terbuka oleh pihak sekolah.

Keluarga Desak Klarifikasi dan Pertanggungjawaban

Keluarga Akifah menegaskan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan tidak semestinya dimaknai sebagai upaya menghentikan pemberitaan atau menutup persoalan tanpa penjelasan yang memadai.

Keluarga meminta pihak sekolah dan guru yang diduga terlibat memberikan klarifikasi secara terbuka, termasuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam kegiatan gerak jalan tersebut.

Keluarga juga meminta apabila dalam pemeriksaan internal ditemukan adanya pelanggaran, maka pihak sekolah mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi keluarga, persoalan ini bukan semata-mata mengenai siapa yang benar atau salah, melainkan menyangkut bagaimana lembaga pendidikan memberikan perlindungan kepada peserta didik ketika terjadi dugaan tindakan yang dapat menimbulkan tekanan psikologis.

Jangan Sampai Penyelesaian Hanya Berhenti di Balik Pintu

Keluarga mempertanyakan apakah penyelesaian persoalan hanya cukup dilakukan melalui pertemuan terbatas antara pihak sekolah dan orang tua.

Sebab, apabila persoalan tersebut telah menjadi perhatian publik, maka keluarga berharap terdapat penjelasan yang terang mengenai langkah penyelesaian yang telah dilakukan.

Jangan sampai istilah “diselesaikan secara kekeluargaan” justru menjadi alasan untuk menghindari transparansi dan pertanggungjawaban.

Terlebih, kondisi Akifah yang disebut masih menangis dan menunjukkan reaksi emosional ketika bertemu dengan pihak sekolah menjadi alasan keluarga meminta agar proses penyelesaian tidak dilakukan secara terburu-buru.

Keluarga Minta Akifah Tidak Lagi Didatangi

Di tengah proses penyelesaian, keluarga meminta seluruh pihak memberikan ruang kepada Akifah untuk beristirahat dan memulihkan kondisi emosionalnya.

Untuk sementara waktu, keluarga meminta Akifah tidak didatangi, tidak diganggu, dan tidak diberikan tekanan dalam bentuk apa pun.

Keluarga berharap kepentingan anak menjadi prioritas utama. Jika memang tujuan semua pihak adalah menyelesaikan persoalan secara baik, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan Akifah merasa aman.

Centerinvestigasi.id juga menegaskan bahwa pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi pihak mana pun. Seluruh dugaan masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi melalui mekanisme yang semestinya.

Pihak MTsN 2 Kolaka, guru yang disebut dalam persoalan ini, maupun instansi terkait tetap diberikan ruang hak jawab dan klarifikasi secara proporsional sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *