KOLAKA, Centerinvestigasi.id – Dalam rangka memperoleh informasi yang berimbang dan mengedepankan prinsip klarifikasi, Tim Investigasi & Report Team Biro Kolaka Media Centerinvestigasi.id bersama Koordinator Wilayah Sulawesi Tenggara, MALLAPIAN, melakukan kunjungan dan klarifikasi ke MTs Negeri 02 Kolaka terkait persoalan yang sebelumnya diberitakan mengenai dugaan intimidasi terhadap salah seorang siswa bernama Akifah.
Klarifikasi berlangsung di ruang guru MTs Negeri 02 Kolaka pada Rabu, 19 Agustus 2026, dan diterima langsung oleh Kepala MTs Negeri 02 Kolaka, Muh. Taufik, S.Pd., M.MPd., bersama sejumlah guru yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh penjelasan langsung dari pihak sekolah sekaligus memberikan ruang klarifikasi agar informasi yang berkembang dapat disajikan secara berimbang, santun, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kepala Sekolah Jelaskan Persoalan yang Telah Dibahas
Kepala MTs Negeri 02 Kolaka, Muh. Taufik, S.Pd., M.MPd., menjelaskan bahwa pihak sekolah memandang persoalan tersebut sebelumnya telah dibahas melalui pertemuan di ruang dewan guru pada hari kejadian.
Menurutnya, dalam kegiatan tersebut terdapat tujuh kelompok dan beberapa kelompok memang memiliki siswa cadangan atau pengganti. Dari jumlah awal 31 siswa, disiapkan satu siswa tambahan menjadi 32 orang sebagai langkah antisipasi apabila terdapat peserta yang sakit atau tidak mampu melanjutkan kegiatan.
Pihak sekolah juga menjelaskan bahwa siswa cadangan tetap mengikuti barisan dan sekolah berupaya memberikan fasilitas agar mereka tidak harus berjalan kaki sepanjang kegiatan.
Khusus terhadap Akifah, kepala sekolah menyampaikan bahwa pendampingan atau pemboncengan pada saat itu difasilitasi melalui petugas keamanan.
Guru Berinisial R Berikan Penjelasan
Salah seorang guru yang memberikan klarifikasi, berinisial R, menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan dan informasi yang telah disampaikan kepada siswa, posisi Akifah dalam kegiatan tersebut adalah sebagai siswa cadangan.
Menurut penjelasan guru R, Akifah tidak hadir pada H-1 kegiatan sehingga terdapat penyesuaian dalam pelaksanaan di lapangan.
Guru R juga menyampaikan bahwa karena Akifah dinilai belum terlalu lincah dalam mengikuti variasi gerakan, dirinya mengarahkan agar pada titik-titik tertentu ketika kelompok akan melakukan variasi, Akifah bergeser keluar dari barisan untuk sementara waktu. Hal tersebut, menurut penjelasan guru, dilakukan sampai kelompok mencapai garis finis.
Pihak guru menjelaskan bahwa arahan tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari teknis pelaksanaan kegiatan, bukan untuk merendahkan ataupun memberikan perlakuan yang bersifat intimidatif terhadap siswa.
Guru Lain: Pertemuan Sebelumnya Diharapkan Menjadi Jalan Penyelesaian
Guru lainnya yang turut memberikan klarifikasi mengatakan bahwa dirinya menganggap persoalan tersebut telah selesai setelah adanya pertemuan di ruang guru pada hari kejadian.
Dalam pertemuan tersebut, menurut penjelasannya, telah terjadi komunikasi antara pihak-pihak yang berkaitan, termasuk berjabat tangan dan saling berpelukan sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan.
Guru tersebut juga menjelaskan bahwa dalam kelompok yang didampinginya terdapat siswa cadangan yang secara bergantian mengikuti barisan hingga mencapai garis finis.
Tim Investigasi Dorong Penyelesaian Damai
Setelah mendengarkan penjelasan pihak sekolah dan guru, Tim Investigasi & Report Team Biro Kolaka bersama Koordinator Wilayah Sulawesi Tenggara. MALLAPIAN,
Mengingat bahwa persoalan ini menyangkut anak/peserta didik dengan instansi pendidikan tentu membutuhkan perhatian dan kehati-hatian. Karena itu, semua pihak diharapkan memberikan informasi atau keterangan yang sesuai fakta, mengedepankan empati, dan membangun komunikasi terbuka demi kepentingan terbaik bagi anak dan pendidikan.
Klarifikasi dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan informasi yang berimbang dan memberikan ruang kepada semua pihak untuk menyampaikan penjelasan.
Media Centerinvestigasi.id berharap klarifikasi ini dapat menjadi jembatan untuk memperjelas persoalan sekaligus membuka ruang penyelesaian secara terbuka dan transparan.
Pihak keluarga tentu berhak mendapatkan penjelasan yang memberikan rasa tenang, sementara pihak sekolah dan guru juga memiliki kesempatan untuk menjelaskan kejadian berdasarkan apa yang mereka alami dan pahami.
Centerinvestigasi.id menegaskan bahwa seluruh keterangan dalam pemberitaan ini merupakan hasil klarifikasi dari pihak sekolah dan guru. Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak keluarga Akifah apabila terdapat hal-hal yang perlu diluruskan atau disampaikan.




















