SOPPENG, Centerinvestigasi.id — Dampak kemarau panjang yang melanda Kabupaten Soppeng selama beberapa bulan terakhir memicu krisis air bersih yang kian meluas. Salah satu area yang terdampak paling parah berada di Jalan Kayangan bagian selatan, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.
Kondisi tersebut kian memprihatinkan karena pasokan air bersih dari PDAM tidak mengalir. Sementara itu, seluruh sumber air alternatif milik warga—mulai dari Sumur Buccello, sumur pinggir sungai, hingga sumur bor—kini sudah kering total tanpa tersisa.
Salah satu warga Kayangan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, demi bertahan hidup, sebagian warga terpaksa meminta bantuan air bersih ke rumah warga lain di wilayah berbeda.
”Kondisinya sangat sulit. Untuk mengambil air saja warga harus mengangkutnya memakai mobil pribadi. Masalahnya, mobil juga butuh bensin, sedangkan bahan bakar bensin sekarang susah didapat dan harus mengantre hingga berjam-jam,” ungkap warga tersebut pada Senin (14/09).
Situasi ganda berupa krisis air bersih dan sulitnya mendapatkan bahan bakar ini kian memberatkan beban ekonomi serta aktivitas sehari-hari masyarakat.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Soppeng dan pihak PDAM segera mengambil tindakan darurat, seperti mendistribusikan tangki air bersih secara rutin ke wilayah terdampak untuk meringankan beban warga.




















