Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
BREAKING NEWS

Warga Labuang Bajo Keluhkan Debu Aktivitas Kendaraan Oprasional Tiga Perusahaan

858
×

Warga Labuang Bajo Keluhkan Debu Aktivitas Kendaraan Oprasional Tiga Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kolaka, Centerinvestigasi.id ,Jumat,13 Maret 2016 – Warga Perkampungan Labuang Bajo, Kelurahan Wolo, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, mengeluhkan dampak debu yang ditimbulkan dari aktivitas kendaraan operasional milik tiga perusahaan yang melintas di jalan perkampungan, yakni PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI), PT Ariano Bintang Cemerlang (PT ABC), dan PT PLN.

Keluhan warga muncul karena intensitas kendaraan operasional perusahaan yang melintas setiap hari dinilai memicu debu tebal di sepanjang jalan perkampungan. Kondisi tersebut dinilai semakin mengganggu aktivitas masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang jalur yang dilalui kendaraan operasional perusahaan.

Example 300×600

Sejumlah warga yang ditemui tim media di lokasi menyampaikan bahwa debu dari kendaraan operasional sering beterbangan dan masuk ke dalam rumah warga, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.

Selain mengganggu kenyamanan, debu tersebut juga berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti saat anak-anak bermain, warga berjualan, hingga saat masyarakat melakukan kegiatan di halaman rumah.

Menurut warga, sebelumnya perusahaan sempat melakukan penyiraman jalan menggunakan kendaraan water tanker untuk mengurangi debu. Penyiraman tersebut dilakukan oleh pihak PT Ariano Bintang Cemerlang (PT ABC) dan berjalan cukup rutin pada saat kendaraan penyiram masih beroperasi dengan baik.

Namun saat ini kegiatan penyiraman tersebut tidak lagi berjalan secara maksimal karena kendaraan water tanker milik perusahaan mengalami kerusakan atau breakdown.

“Dulu penyiraman jalan cukup rutin dilakukan saat mobil water tanker PT ABC masih beroperasi. Tapi sekarang kendaraan itu sedang rusak, sehingga penyiraman tidak lagi berjalan seperti sebelumnya,” ujar salah satu warga Labuang Bajo.

Warga juga mengungkapkan bahwa masyarakat telah beberapa kali menyampaikan permintaan kepada pihak perusahaan agar penyiraman jalan kembali dilakukan secara rutin. Permintaan tersebut bahkan pernah disampaikan melalui Divisi Control Room PT CNI.

Menurut warga, setiap kali permintaan disampaikan pihak perusahaan sempat memberikan respons pada hari yang sama. Namun hingga saat ini masyarakat menilai belum ada tindak lanjut yang berkelanjutan terkait penyiraman jalan di wilayah perkampungan.

Sebagai solusi, masyarakat berharap perusahaan dapat melakukan penyiraman jalan secara terjadwal setiap hari, minimal dua kali, yakni saat kendaraan operasional masuk shift kerja dan saat kendaraan keluar atau pulang shift.

“Kami hanya berharap penyiraman dilakukan dua kali sehari, saat kendaraan masuk shift dan saat pulang shift, supaya debu tidak terlalu mengganggu masyarakat,” tambah warga.

Selain persoalan kenyamanan lingkungan, warga juga mulai mengkhawatirkan dampak kesehatan akibat paparan debu yang terjadi hampir setiap hari. Debu jalan yang beterbangan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti batuk, iritasi mata, gangguan pernapasan, serta risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi anak-anak dan lansia.

Warga menilai pengendalian debu di jalan perkampungan sangat penting karena jalur tersebut merupakan akses utama yang setiap hari digunakan oleh masyarakat sekaligus dilalui kendaraan operasional perusahaan.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Labuang Bajo berharap pihak PT CNI, PT ABC, dan PT PLN dapat memberikan perhatian lebih terhadap dampak lingkungan yang dirasakan warga dengan kembali melakukan penyiraman jalan secara rutin guna meminimalisir debu dari aktivitas kendaraan operasional perusahaan.

Pewarta : Mallapian

Editor : Andi Taweng

Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *