Samarinda, Centerinvestigasi.id – SERUAN pesan berantai berisi ajakan aksi demonstrasi bertajuk “Demo Akbar Jilid III” beredar luas di berbagai platform media sosial dan grup percakapan masyarakat di Kalimantan Timur.
Pesan yang mengatasnamakan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APM KT) tersebut mengajak berbagai elemen masyarakat untuk mengikuti aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, di Kota Samarinda.
Berdasarkan isi pesan yang diterima redaksi, aksi direncanakan dimulai pukul 10.00 WITA dengan titik kumpul di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur. Setelah itu, massa disebut akan melanjutkan aksi menuju Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Dalam pesan yang beredar, sejumlah elemen masyarakat disebut diundang untuk bergabung, di antaranya paguyuban, lembaga adat, mahasiswa, serikat buruh, pengemudi ojek online, kurir online, hingga organisasi kemasyarakatan lainnya.
Pesan tersebut juga memuat sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mundur dari jabatannya. Selain itu, terdapat seruan agar aparat penegak hukum mengusut dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta dugaan penyalahgunaan anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam isi pesan juga disebutkan permintaan kepada DPRD Kalimantan Timur untuk meningkatkan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah, termasuk mendorong penggunaan hak angket. Aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung RI, KPK, BPK RI, dan Kepolisian RI juga diminta melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan anggaran yang disebutkan dalam seruan aksi tersebut.
Selain itu, pesan yang beredar mengklaim aksi tersebut akan melibatkan sekitar 4.000 massa dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Tak hanya berisi ajakan aksi, pesan tersebut juga menyertakan permintaan donasi sukarela untuk mendukung pelaksanaan kegiatan demonstrasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun aparat keamanan terkait beredarnya seruan aksi tersebut. Redaksi juga masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi lebih lanjut.



















