Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
EKONOMI & BISNISHUKUM & HAM

Hasil Tangkapan Nelayan Menurun, Laut Kecamatan Wolo Diduga Tercemar Akibat Aktivitas Tambang PT WIL

1025
×

Hasil Tangkapan Nelayan Menurun, Laut Kecamatan Wolo Diduga Tercemar Akibat Aktivitas Tambang PT WIL

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kolaka, CenterInvestigasi.id — 30 Mei 2025, PARA nelayan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan penurunan drastis hasil tangkapan ikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan pencemaran laut, menyusul perubahan warna air laut yang menjadi kemerahan, bertepatan dengan meningkatnya aktivitas pertambangan PT WIL di wilayah pesisir tersebut.

Example 300×600

Warga setempat menyebutkan bahwa air laut mulai mengalami perubahan warna sejak beberapa tahun terakhir, namun intensitas perubahan semakin parah dalam beberapa bulan belakangan. Selain berubah warna, air laut juga mengeluarkan bau tidak sedap dan berdampak pada menurunnya populasi ikan di perairan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama warga.

“Biasanya sekali melaut kami bisa dapat 10 hingga 20 kilogram ikan. Sekarang paling banyak hanya 1 sampai 3 kilogram, itu pun kalau beruntung. Air laut juga berubah warna, kami khawatir ini karena limbah dari tambang,” ujar Aco, seorang nelayan dari Kelurahan Wolo.

Sejumlah aktivis lingkungan dan organisasi masyarakat Mata Wolo menyuarakan keprihatinan atas kondisi ini. Mereka mendesak pemerintah dan instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap potensi pencemaran laut akibat aktivitas tambang PT WIL. Selain itu, mereka menuntut audit lingkungan independen serta penghentian sementara aktivitas pertambangan jika terbukti melanggar ketentuan perlindungan lingkungan hidup.

Pemerintah daerah juga diminta untuk bertindak cepat dan tegas guna menyelamatkan ekosistem laut dan mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut.

“Jika tidak segera ditangani, kami khawatir kerusakan ekosistem laut akan semakin meluas dan berdampak jangka panjang pada kesejahteraan masyarakat,” ujar salah satu aktivis Mata Wolo.

Pewarta: Tim
Editor: Min

Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *