Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
DAERAH - DESAHUKUM & HAMSUARA RAKYAT

Tujuh Tahun Anak Penderita Epilepsi Terbaring di Luwu, Keluarga Kewalahan Biaya, Kepala Desa Tak Merespons Konfirmasi

389
×

Tujuh Tahun Anak Penderita Epilepsi Terbaring di Luwu, Keluarga Kewalahan Biaya, Kepala Desa Tak Merespons Konfirmasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Luwu, Centerinvestigasi.id- 15 Desember 2025 — Zefanya Risna, anak perempuan berusia 11 tahun asal Dusun Bantu Lura, Desa Buntu Kamiri, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, harus menjalani perjuangan panjang melawan penyakit epilepsi yang dideritanya sejak sekitar usia empat tahun.

Example 300×600

Zefanya merupakan putri dari pasangan Ayyu dan Hasna. Selama kurang lebih tujuh tahun, Zefanya menjalani pengobatan rutin dan hingga kini masih terbaring serta membutuhkan perawatan intensif.

Setiap 10 hari sekali, ia harus dibawa ke RSUD Palopo untuk kontrol medis dan pergantian NGT (Nasogastric Tube).

Meski keluarga ini tercatat sebagai penerima BPJS Gratis, beban ekonomi tetap dirasakan sangat berat.

Biaya transportasi dari tempat tinggal menuju rumah sakit mencapai sekitar Rp 250.000 sekali jalan, belum termasuk kebutuhan obat tertentu yang terkadang harus dibeli di luar fasilitas kesehatan.

Ibu Zefanya, Hasna, mengungkapkan beratnya perjuangan yang mereka jalani.

“Kami sudah berusaha semampu kami. Setiap 10 hari harus ke Palopo untuk ganti NGT. BPJS memang membantu, tapi biaya transportasi sangat besar.

Kadang obat juga harus kami beli sendiri. Kami hanya berharap anak kami bisa sehat seperti anak-anak lain,” tuturnya.

Sementara itu, sang ayah, Ayyu, berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan pihak terkait.

“Sudah lebih tujuh tahun kami jalani. Kalau tidak dibantu keluarga dan tetangga, kami tidak sanggup. Kami hanya mohon perhatian agar anak kami tetap bisa berobat,” ujarnya.

Keluhan Warga dan Pemerintah Desa Belum Merespons

Sejumlah warga Dusun Bantu Lura menyampaikan keluhan terkait minimnya perhatian pemerintah desa terhadap kondisi keluarga Zefanya.

Menurut warga, hingga saat ini belum ada bantuan yang dirasakan secara langsung dan berkelanjutan dari pemerintah desa.

Tim Media Center Investigasi (Centerinvestigasi.id) telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Buntu Kamiri melalui pesan WhatsApp terkait kondisi tersebut.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi yang dikirimkan tidak mendapat balasan, sehingga belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Buntu Kamiri.

Klarifikasi Resos Kementerian Sosial / Dinas Sosial Kabupaten Luwu

Di sisi lain, Media Center Investigasi menerima konfirmasi tertulis melalui WhatsApp dari Resos Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Kabupaten Luwu terkait bantuan sosial yang pernah dan telah diterima keluarga Zefanya.

Dalam pesan WhatsApp tersebut disampaikan bahwa:

“Pernah dapat bantuan tahun 2022 Bantuan ATENSI dari Kementerian Sosial melalui Balai Sentra Wirajaya Makassar, bersama Dinas Sosial Kabupaten Luwu,” tulis Resos.

Selanjutnya, Resos juga menyampaikan bahwa bantuan kembali diberikan pada tahun 2025.

“Bulan 11-2025 dapat lagi bantuan ATENSI dari Kementerian Sosial melalui Balai Sentra Wirajaya Makassar, bersama Dinas Sosial Kabupaten Luwu, sebesar 2,3 Jt,” lanjut keterangan tersebut.

Pernyataan tersebut disertai dokumentasi assesment calon penerima bantuan ATENSI yang dilakukan di kediaman keluarga Zefanya.

 

Catatan Redaksi

Media Center Investigasi (Centerinvestigasi.id) menayangkan berita ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan fungsi kontrol terhadap pelayanan publik.

Seluruh informasi diperoleh dari keterangan keluarga, warga setempat, serta konfirmasi tertulis resmi melalui WhatsApp dari Resos Kementerian Sosial/Dinas Sosial Kabupaten Luwu.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pemerintah Desa Buntu Kamiri maupun instansi terkait lainnya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pewarta : Sudirman

Editor : Min

Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *