Watansoppeng, 17 Desember 2025,Centerinvestigasi.id — Seorang warga Desa Masing, Kabupaten Soppeng, bernama Gusna, mengalami komplikasi medis usai melahirkan anak keduanya melalui operasi caesar di RSUD La Temmamala, pada (8/12/2025).
Keluarga menyampaikan bahwa setelah operasi pertama, pasien mengalami pendarahan berkelanjutan sehingga harus menjalani operasi ulang keesokan harinya pada (9/12/2025).
Dalam kondisi tersebut, pasien membutuhkan darah golongan O.
Pihak keluarga menyebutkan bahwa stok darah di rumah sakit hanya tersedia satu kantong, sementara kebutuhan mencapai empat kantong, sehingga mereka terpaksa mencari dan membeli sendiri darah sebanyak empat kantong dengan biaya keseluruhan Rp 1.500.000. Satu Kantong darah dibantu keluarga Pasien dan pihak rumah sakit menggratiskan 1 Kantong darah 0
Keluarga juga menegaskan bahwa pasien merupakan peserta aktif BPJS Mandiri, namun dalam proses perawatan masih dibebani sejumlah biaya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Patriot Peduli Indonesia ( LSM- BPPI ) Kabupaten Soppeng, Rusmin, menyatakan akan menelusuri penanganan medis dan mekanisme pelayanan BPJS dalam kasus ini.
Ia menyebutkan, bila ditemukan indikasi pelanggaran prosedur atau maladministrasi, maka langkah hukum dan administratif akan dipertimbangkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan, Redaksi Centerinvestigasi.id telah mengonfirmasi pihak RSUD La Temmamala.
Direktur RSUD La Temmamala menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diteruskan kepada Wakil Direktur Pelayanan dan bagian terkait, serta meminta agar koordinasi investigasi dilakukan melalui Humas rumah sakit.
Sementara itu, Humas RSUD La Temmamala menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi internal dan berjanji akan memberikan klarifikasi.
Catatan Redaksi:
Redaksi membuka ruang hak jawab kepada RSUD La Temmamala, BPJS Kesehatan, maupun instansi terkait guna melengkapi informasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Pewarta : Tim
Editor : Min



















