Wajo, Centeinvestigasi.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mengadakan Rapat Koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat kecamatan untuk tahun anggaran 2024. Namun, kegiatan ini mendapat kritik keras karena dinilai tidak efektif dan melenceng dari tujuan utama. Kamis (12/12).

Sesuai rencana awal, rapat ini seharusnya difokuskan pada penyusunan dokumen kebencanaan sebagai panduan mitigasi bencana. Sayangnya, acara tersebut hanya diisi dengan penyampaian materi ulang yang dianggap tidak produktif. Bahkan, pemateri yang dihadirkan dinilai kurang kompeten karena hanya membaca materi dari file PTT tanpa memberikan pembahasan yang mendalam atau solusi yang relevan.
Kritik juga diarahkan pada penggunaan anggaran yang dianggap tidak efisien. Beberapa pihak menilai kegiatan ini lebih terkesan seremonial daripada menghasilkan output yang konkret. Padahal, rapat ini melibatkan tokoh-tokoh penting, seperti camat, pegawai kelurahan dan desa, serta pemangku kepentingan terkait kebencanaan.
“Seharusnya fokus utama adalah penyusunan dokumen kebencanaan, bukan sekadar mengulang materi yang sudah diketahui. Dokumen ini sangat penting untuk menghadapi bencana di masa depan,” ujar salah seorang peserta rapat yang enggan disebutkan namanya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi BPBD Kabupaten Wajo agar pelaksanaan rapat serupa di masa depan lebih efektif dan menghasilkan manfaat nyata. Pihak BPBD pun didesak untuk memastikan bahwa program-program yang direncanakan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengurangan risiko bencana di Kabupaten Wajo.



















