Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
SUARA RAKYAT

Warga Malaka Terancam Longsor, Tanggul Sungai Lapajung Kian Terkikis

466
×

Warga Malaka Terancam Longsor, Tanggul Sungai Lapajung Kian Terkikis

Sebarkan artikel ini
0-0x0-0-0#
Example 468x60

Watansopppeng, Centerinvestigasi.id, 18 Mei 2025 — ANCAMAN longsor menghantui satu rumah warga di RT.00 RW.00, Lingkungan Malaka, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Investigasi lapangan yang dilakukan Media Center Investigasi (MCI) pada Minggu (18/05) pukul 02.15 WITA menemukan bahwa jarak antara rumah tersebut dengan bibir Sungai Lapajung hanya tersisa sekitar 50 cm akibat pengikisan tanah yang terus berlangsung.

0-0x0-0-0#

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa aliran sungai semakin melebar dari waktu ke waktu, terutama saat musim hujan tiba. Arus dari hulu yang deras tak hanya mengikis tanah, tetapi juga membuat beberapa pohon besar di tepi sungai kehilangan akar pijaknya. “Kalau hujan deras, air bisa masuk ke halaman sampai setinggi lutut orang dewasa,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Example 300×600

Warga mengaku sudah bertahun-tahun melaporkan kondisi ini, namun belum ada penanganan serius dari pemerintah daerah. Mereka semakin khawatir, terlebih karena rumah yang terancam merupakan bangunan permanen yang dihuni secara aktif.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Dewan Pimpinan Daerah Barisan Patriot Peduli Indonesia (LSM-DPD BPPI) Kabupaten Soppeng, Rusmin, menyayangkan lambannya respon dari pemerintah daerah. Ia menilai kondisi ini sangat berisiko dan harus ditangani sebelum menimbulkan korban.

> “Ada pohon-pohon besar yang tinggal menyangkut sebagian akarnya saja di tepi sungai. Itu akibat derasnya arus yang menggerus tanah secara perlahan. Pemerintah jangan menunggu korban jiwa baru bergerak,” tegas Rusmin di lokasi.

Tim investigasi mencatat bahwa struktur tanah di sekitar bantaran sungai cenderung labil dan rentan ambles, terutama pada musim hujan. Berdasarkan keterangan warga, luapan air sungai sudah beberapa kali memasuki area permukiman, namun belum ada pengerjaan tanggul atau upaya normalisasi.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Lapajung maupun Pemerintah Kabupaten Soppeng. Masyarakat mendesak agar dilakukan langkah konkret, seperti pembangunan tanggul permanen atau relokasi warga yang berada di zona merah rawan longsor.

Pewarta: Tim Media Center Investigasi (MCI)
Dokumentasi Lapangan: LSM-DPD BPPI Kabupaten Soppeng

Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

DPPKAD Soppeng Tegaskan Tanah Kebun Desa Botto Merupakan…