Luwu, Centerinvestigasi.id- 6 Desember 2025 — Zefanya Risna, anak perempuan berusia 11 tahun asal Dusun Buntu Lura, Desa Buntu Kamiri, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, terus berjuang melawan penyakit epilepsi yang telah dideritanya selama tujuh tahun lebih.
Zefanya adalah putri dari pasangan Ayyu dan Hasna. Sejak menderita sakit pada usia sekitar empat tahun, Zefanya kini hanya bisa terbaring dan membutuhkan perawatan intensif.
Setiap 10 hari, ia harus menjalani kontrol rutin di RSUD Palopo, termasuk pergantian NGT (Nasogastric Tube).
Walaupun keluarga ini mendapatkan layanan BPJS Gratis, beban biaya yang mereka hadapi tetap tidak ringan.
Setiap perjalanan menuju rumah sakit membutuhkan biaya sekitar Rp 250.000 sekali jalan, belum termasuk pembelian obat tertentu yang terkadang tidak tersedia di fasilitas kesehatan.
Ibu Zefanya, Hasna, menceritakan beratnya perjuangan yang mereka jalani selama bertahun-tahun.
“Kami sudah berusaha semampu kami. Setiap 10 hari harus ke Palopo untuk ganti NGT. BPJS memang membantu, tapi biaya transportasi sangat besar.
Kadang kami juga beli obat di luar karena tidak tersedia. Kami hanya berharap anak kami bisa sehat seperti anak-anak lain,” tuturnya dengan nada haru.
Ayahnya, Ayyu, juga mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi.
“Tujuh tahun lebih kami jalani ini. Kalau tidak dibantu keluarga dan tetangga, mungkin kami tidak sanggup.
Yang kami inginkan hanya kesembuhan untuk Zefanya. Kami mohon perhatian dari pemerintah dan para dermawan untuk meringankan biaya kami,” ucapnya.
Keluarga besar berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, dinas terkait, lembaga sosial, komunitas, maupun pihak dermawan untuk membantu biaya transportasi dan kebutuhan pengobatan agar Zefanya dapat terus menjalani perawatan tanpa hambatan.
Catatan Redaksi
Media Center Investigasi (Centerinvestigasi.id) menyoroti kasus-kasus kemanusiaan seperti yang dialami Zefanya sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.
Informasi dalam berita ini telah diverifikasi melalui keterangan langsung dari keluarga.
Redaksi mengimbau pemerintah daerah, khususnya instansi terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu dan Dinas Sosial, untuk memberikan perhatian dan solusi konkrit guna meringankan beban keluarga pasien.
Pewarta :Samsuriadi
Editor : Min



















