SOPPENG, CENTERINVESTIGASI.ID – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Munum (PDAM) Kabupaten Soppeng kembali menuai sorotan tajam. Warga di kawasan Kayangan bagian selatan mengeluhkan krisis air bersih yang membelit pemukiman mereka akibat pasokan air PDAM tidak mengalir selama sepekan terakhir.
Kekecewaan warga memuncak saat air sempat mengalir pada Kamis (20/4). Meski kondisi air tergolong jernih dengan tekanan yang memadai, aliran tersebut hanya bertahan sekitar 10 menit sebelum akhirnya terhenti total secara mendadak.
Tokoh masyarakat setempat menilai fenomena air mengalir singkat tersebut mengindikasikan bahwa persoalan utama bukan sekadar dampak musim kemarau, melainkan adanya ketidakberesan pada tata kelola pembagian debit air.
”Air yang mengalir itu jernih dan tekanannya bagus, tetapi cuma 10 menit lalu mati total. Ini memicu dugaan kuat bahwa masalahnya ada pada pengaturan katup (valve) distribusi yang tidak adil,” tegasnya kepada awak media.
Warga Kayangan bagian selatan mendesak Direksi PDAM Soppeng untuk segera mengevaluasi kinerja petugas lapangan dan menata ulang sistem zonasi distribusi air secara transparan.
Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan Centerinvestigasi.id kepada Direktur PDAM Kabupaten Soppeng melalui pesan instan WhatsApp hingga berita ini ditayangkan tidak mendapatkan respons sama sekali.




















