Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITABREAKING NEWSDAERAH - DESAPERTANIAN

El Niño Sangat Kuat, Risiko Kekeringan Mengintai Sulawesi Selatan: Warga dan Petani Diimbau Siaga

386
×

El Niño Sangat Kuat, Risiko Kekeringan Mengintai Sulawesi Selatan: Warga dan Petani Diimbau Siaga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAKASSAR, 21 Oktober 2026, CenterInvestigasi.id — Fenomena El Niño berintensitas sangat kuat menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam menghadapi risiko kekeringan di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan. Masyarakat dan petani diimbau meningkatkan kesiapsiagaan, menghemat penggunaan air, serta menyesuaikan kegiatan pertanian dengan perkembangan informasi iklim resmi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melalui analisis dinamika atmosfer yang diterbitkan pada 13 Oktober 2026, menyatakan bahwa pemantauan periode Agustus–September–Oktober menunjukkan indeks ENSO sebesar +3,08, yang mengindikasikan El Niño berintensitas sangat kuat. Dalam laporan yang sama, BMKG juga mencantumkan sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dalam peringatan dini kekeringan meteorologis periode dasarian II Oktober 2026.

Example 300×600

Peringatan tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kekeringan. Namun, tingkat risiko dan kondisi aktual dapat berbeda antardaerah sehingga masyarakat perlu memperhatikan informasi yang berlaku di kabupaten atau kota masing-masing.

Memahami El Niño dan Pengaruhnya terhadap Curah Hujan

El Niño merupakan fenomena iklim yang ditandai oleh peningkatan suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis di atas kondisi normal. Fenomena ini dapat memengaruhi sirkulasi atmosfer dan pola pembentukan awan hujan, sehingga curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia berpotensi berkurang.

Ketika El Niño berlangsung bersamaan dengan musim kemarau, kondisi kering dapat menjadi lebih panjang atau lebih intens di sejumlah daerah. Dampaknya dapat berupa meningkatnya kebutuhan air bersih, berkurangnya ketersediaan air untuk irigasi, serta bertambahnya risiko gangguan terhadap kegiatan pertanian.

Meski demikian, El Niño tidak berarti seluruh wilayah Indonesia akan mengalami kekeringan dengan tingkat yang sama. Hujan lokal masih mungkin terjadi karena kondisi cuaca juga dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional dan faktor setempat.

Oleh karena itu, penilaian kondisi kekeringan perlu mengacu pada hasil pemantauan dan peringatan resmi BMKG, bukan hanya pada pengamatan berkurangnya hujan di lingkungan tertentu.

Dampak yang Perlu Diantisipasi Warga dan Petani

Bagi masyarakat desa, berkurangnya ketersediaan air dapat meningkatkan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di wilayah yang bergantung pada mata air, sumur, sungai, atau sumber air permukaan lainnya.

Di sektor pertanian, keterbatasan air dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, jadwal tanam, dan produktivitas apabila berlangsung pada fase pertumbuhan yang membutuhkan pasokan air memadai.

Untuk mengurangi risiko tersebut, petani disarankan berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam menentukan jadwal tanam, memilih varietas sesuai kondisi setempat, serta mengatur penggunaan air irigasi secara efisien.

Pemerintah desa juga dapat berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memetakan sumber air, memantau perubahan debit, dan mengidentifikasi warga yang berpotensi membutuhkan bantuan apabila terjadi kekurangan air.

Langkah Sederhana Menghadapi Risiko Kekeringan

Sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat dan pemerintah desa meliputi:

1. Menghemat air bersih. Gunakan air sesuai kebutuhan dan segera perbaiki kebocoran pada pipa atau saluran air.
2. Memantau sumber air. Periksa kondisi mata air, sumur, embung, sungai, dan saluran irigasi secara berkala.
3. Menjaga kawasan resapan. Lindungi vegetasi dan daerah tangkapan air untuk mendukung kelestarian sumber daya air.
4. Menyesuaikan rencana tanam. Gunakan prakiraan musim dan rekomendasi penyuluh pertanian sebagai pertimbangan dalam menentukan waktu tanam.
5. Mempersiapkan cadangan air. Apabila memungkinkan, tingkatkan kapasitas penampungan air dengan tetap memperhatikan kebersihan dan keamanan sumber air.
6. Mengikuti informasi resmi. Pantau prakiraan cuaca, perkembangan musim, dan peringatan dini kekeringan dari BMKG serta informasi penanganan dari pemerintah daerah.

Langkah-langkah tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan ketersediaan sumber daya masing-masing desa.

TaMasyA, Mendorong Pembelajaran dan Kesiapsiagaan Desa

TaMasyA (Pelatihan Masyarakat Desa) dapat menjadi bagian dari upaya edukasi masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, pengelolaan sumber daya air, dan perencanaan pertanian yang adaptif terhadap kondisi iklim.

Melalui kegiatan pembelajaran, warga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya penghematan air, perlindungan lingkungan, serta kerja sama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Pelaksanaan dan materi kegiatan TaMasyA perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta dikoordinasikan dengan pihak terkait. Informasi mengenai penyelenggara dan pelaksanaan program juga perlu disampaikan secara jelas agar masyarakat dapat mengetahui bentuk kegiatan yang tersedia.

Waspada, Bukan Panik

Menghadapi El Niño, kesiapsiagaan menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat, petani, pemerintah desa, dan instansi terkait perlu memperkuat koordinasi agar risiko kekurangan air dapat diantisipasi sejak dini.

BMKG mengimbau masyarakat memanfaatkan informasi iklim resmi sebagai dasar perencanaan dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan cuaca dan potensi kekeringan dapat dipantau melalui situs resmi www.bmkg.go.id.

Dengan pengelolaan air yang bijak, perencanaan pertanian yang tepat, dan kerja sama antarpihak, dampak kekeringan diharapkan dapat diminimalkan.

Yuk, Sobat Desa, terus belajar dan tingkatkan kesiapsiagaan bersama melalui TaMasyA (Pelatihan Masyarakat Desa)!

 

Example 300250 Example 300250 Example 300250 Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *