Scroll untuk baca artikel
Example 300250
Example floating
Example floating
Example 728x250
DAERAH - DESA

Jalan Rusak Terkesan Dibiarkan, Jilid II

846
×

Jalan Rusak Terkesan Dibiarkan, Jilid II

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Barru, Centerinvestigasi.id – JALAN penghubung antara Desa Pujananting dan Desa Bulo-Bulo yang tembus ke Kabupaten Pangkep semakin rusak parah sejak tahun 2024 hingga saat ini.

“Kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan karena sudah tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat,” ujar seorang warga. Jalan ini merupakan jalur alternatif bagi masyarakat Desa Pujananting dan Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (22/01).

Example 300×600

Selain sebagai akses utama bagi warga sekitar, jalan ini juga menjadi jalur pintas dari Desa Pujananting ke Desa Bulo-Bulo hingga ke Kabupaten Pangkep. Namun, kondisinya kini semakin memprihatinkan, diduga terbengkalai dan dibiarkan tanpa perbaikan. Akibatnya, jalan ini hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, itu pun dengan risiko tinggi bagi pengendara.

Berdasarkan pantauan di lapangan, rabat beton di beberapa bagian sudah berlubang dan tidak layak dilalui. Cor beton terlihat ambruk, ditambah lagi tidak adanya slot pembesian dalam pengecoran, sehingga mudah terbelah dan patah. Kondisi ini diduga tidak sesuai dengan spesifikasi pengerjaan, yang mengarah pada dugaan proyek asal jadi serta kurangnya pengawasan dari dinas terkait.

Menurut Nurdin, warga Desa Bulo-Bulo, sejak tahun 2024 ia sering melewati jalan tersebut, namun hingga kini belum ada perbaikan. “Kerusakan jalan semakin parah, dan pemerintah setempat seakan tidak memberikan perhatian. Kami sering merasa was-was saat melewati jalan ini, tetapi karena tidak ada jalur alternatif lain, kami terpaksa tetap menggunakannya,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah daerah, termasuk dinas terkait, segera memperbaiki jalan tersebut sebelum menelan korban. “Kami meminta perhatian dari pemerintah, baik daerah maupun pusat, khususnya Dinas PUPR, agar segera turun tangan,” pinta warga.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Barru, Drs. Baharuddin M.Si, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui panggilan telepon seluler dan WhatsApp tidak mendapatkan respons hingga berita ini diterbitkan.

Example 300250
Example 120x600
Example 300×600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *