SOPPENG, CENTERINVESTIGASI.ID — Penderitaan warga Kayangan bagian selatan, Kabupaten Soppeng, kian memuncak.Masalah klasik krisis air bersih dari PDAM Kabupaten Soppeng yang sudah dirasakan sejak lama, kini kian diperparah dengan munculnya persoalan baru: kelangkaan Gas LPG Subsidi 3 Kilogram.
Persoalan pasokan air PDAM yang jarang normal ini mendapat tanggapan keras dari Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Patriot Peduli Indonesia (DPD LSM BPPI) Kabupaten Soppeng.
Ketua DPD LSM BPPI Soppeng, Rusmin, menegaskan bahwa krisis air bersih di wilayah tersebut bukanlah hal baru. Menurutnya, penderitaan warga akibat pelayanan air yang buruk sudah berlangsung sejak lama, padahal kewajiban pembayaran tetap dijalankan oleh masyarakat setiap bulannya.
”Dari dulu memang air PDAM ini jarang normal di sana. Kasihan masyarakat, sementara mereka sangat aktif dan taat membayar iuran setiap bulan,” ujar Rusmin pada Minggu (26/07/2026).
Rusmin mengungkapkan, pihaknya sudah berkali-kali mendatangi kantor PDAM Kabupaten Soppeng untuk mempertanyakan dan memperjuangkan nasib warga. Namun, dari beberapa kali pertemuan, pihak PDAM selalu melontarkan tiga alasan klasik yang sama terkait tidak mengalirnya air:
Faktor Alam / Musim Kemarau: Debit air yang menurun saat musim kering.
Kendala Teknis: Kerusakan pada mesin pompa air.
Over Kapasitas: Banyaknya jumlah pelanggan yang harus dilayani.
Menanggapi tiga alasan tersebut, Rusmin menganggap alasan PDAM secara teknis mungkin ada benarnya, namun manajemen harus bersikap rasional dan mendahulukan prosedur pelayanan yang tepat. Ia menekankan agar PDAM tidak terus-menerus menambah pelanggan baru jika kapasitas pasokan air belum memadai.
”Alasannya memang terkadang ada benarnya. Tapi jalankan dulu sesuai prosedurnya. Tidak perlu terus menambah sambungan pelanggan baru kalau kapasitasnya memang tidak memungkinkan.
Utamakan dulu pelayanan untuk pelanggan yang ada agar airnya bisa normal,” tegas Rusmin.
Kondisi pelayanan PDAM yang tak kunjung membaik ini kini kian menghimpit warga Kayangan bagian selatan, terlebih dengan munculnya masalah baru berupa sulitnya mendapatkan tabung gas LPG 3 kg di pasaran.
Masyarakat bersama LSM BPPI mendesak Manajemen PDAM Kabupaten Soppeng serta Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah konkret, menghentikan perluasan jaringan jika belum siap, dan fokus memperbaiki kualitas distribusi air bersih demi kesejahteraan masyarakat.
(Redaksi Centerinvestigasi.id / Tim Soppeng)

















