SOPPENG, CENTERINVESTIGASI.ID — Kondisi memprihatinkan dialami oleh warga di pinggiran Sungai Lappajung, Kabupaten Soppeng. Rumah warga yang dulunya berdiri dengan jarak aman dari aliran sungai, kini mengalami abrasi parah hingga jaraknya tersisa sekitar 50 sentimeter dari bibir tebing sungai.

Berdasarkan pemantauan dan laporan yang diterima redaksi Centerinvestigasi.id, dinding tebing tanah di bawah bangunan sudah sangat kritis dan mengancam keselamatan struktur bangunan serta jiwa penghuninya. Terlebih lagi, aliran sungai di bawahnya dipenuhi tumpukan batu dan tidak memiliki dinding penahan atau talud pengaman.
Warga setempat mengaku sudah merasa lelah dan hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Pasalnya, usulan perbaikan maupun pembangunan pengaman tebing yang diajukan secara berulang melalui forum Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) selama kurang lebih 15 tahun lamanya selalu berujung pada kegagalan dan tanpa realisasi.
“Sudah sering kami ajukan ke Musrenbang tapi selalu digagalkan. Kami tinggal pasrah saja karena sudah 15 tahun tak pernah ada perhatian dari pemerintah daerah. Semoga ada yang baik hati melihat keadaan ini,” ungkap warga dengan nada penuh harap.
Di tengah kekecewaan tersebut, secercah harapan datang berkat kepedulian mahasiswa dari Universitas Lamappapoleonro (Unipol) Soppeng. Mahasiswa bersama warga turun tangan langsung melaksanakan aksi karya bakti. Kegiatan gotong royong yang dilaksanakan pada Minggu, 8 November 2026, pukul 15.00 hingga 16.30 WITA ini merupakan aksi lanjutan yang kedua kalinya.
Dengan melibatkan 7 orang tenaga (gabungan mahasiswa dan warga), sasaran utama kegiatan hari ini adalah menumpukan batu-batu besar di pinggir sungai yang mengalami pengikisan. Upaya darurat secara swadaya ini dilakukan guna menahan laju abrasi agar tidak semakin menggerus fondasi rumah warga.
“Untung ada anak mahasiswa dari Unipol Lamappapoleonro Soppeng yang turun tangan membantu kami untuk membersihkan alur sungai.
Demikian untuk menjadikan perhatian,” ungkap warga menyampaikan apresiasi.
Melalui pemberitaan ini, warga dan redaksi mendesak agar Pemerintah Kabupaten Soppeng, khususnya instansi teknis terkait seperti Dinas PUPR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng, tidak menutup mata.
Penanganan permanen seperti pembangunan talud atau bronjong penahan tebing sangat mendesak dilakukan guna menghindari ancaman longsor susulan.
Centerinvestigasi.id akan terus mengawal aspirasi warga ini dan menantikan langkah konkret dari pihak berwenang demi keselamatan masyarakat di bantaran Sungai Lappajung.




















